Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Jalan Layang di Brasil Ambruk, 2 Orang Tewas

- Sabtu, 05 Juli 2014 21:03 WIB
181 view
Jalan Layang di Brasil Ambruk, 2 Orang Tewas
Rio de Janiero (SIB)- Sebuah jalan layang ambruk dan menimpa sejumlah kendaraan di kota Belo Horizonte yang ikut menjadi tuan rumah piala dunia di Brasil. Jalan layang yang terbuat dari beton dan baja, yang masih dalam pembangunan ini, runtuh menimpa jalan di bawahnya yang cukup sibuk. Bagian depan bus berpenumpang tampak hancur dan dua truk konstruksi kosong serta sebuah mobil juga dilaporkan tertindih.

Kota Belo Horizonte yang merupakan ibu kota negara bagian Minas Gerais dijadwalkan akan menggelar pertandingan semi final Piala Dunia pekan depan. Departemen Kesehatan Minas Gerais mengatakan pengemudi bus dan seorang penumpang meninggal dunia dan 22 orang terluka. Presiden Brasil Dilma Rousseff mengatakan di Twitter bahwa dia "sedih" ketika menerima kabar tersebut dan dia menawarkan "solidaritas kepada keluarga korban".

"Ketika saya melihat jalan layang runtuh, saya takut hal terburuk akan terjadi, bahwa jembatan itu akan menimpa bus kami," kata Renata Soares, yang mengatakan dia berada di dalam bus di deretan bangku belakang, kepada media Brasil, GloboNews seperti dikutip BBC, Jumat (4/7).

Saksi lain yang juga berbicara pada media, Daniel Magalhaes, mengatakan peristiwa itu "terasa seperti gempa. Tanah bergetar hebat. Saya mendengar suara benturan yang sangat keras." Perusahaan konstruksi yang membangun jalan layang itu, Cowan, mengatakan mereka "sangat berduka dengan apa yang terjadi."

"Saat ini, prioritas kami adalah membantu korban dan keluarga mereka. Perusahaan mengatakan sudah mengirim staf teknis ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi," demikian seperti dikutip dari pernyataan perusahaan.

Sementara itu, seorang warga sekitar Diego Siqueira mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak terkejut dengan insiden ini. "Tiap konstruksi infrastruktur Klik Piala Dunia tertunda dan mereka membangunnya sangat cepat tanpa memikirkan kualitas," keluhnya. (BBC/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru