Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026
Pembunuhan Remaja Picu Ketegangan Palestina-Israel

Remaja Palestina Tewas Dibakar Hidup-hidup

- Senin, 07 Juli 2014 13:20 WIB
1.002 view
 Remaja Palestina Tewas Dibakar Hidup-hidup
SIB/AP Photo/Oded Balilty
DIKAWAL: Tariq Abu Khdeir (mengenakan kaos oblong) dikawal polisi Israel untuk diadili di pengadilan, Minggu (6/7). Tariq merupakan sepupu dari Mohammed Abu Khdeir yang dibakar hidup-hidup dan dipukul dengan benda keras.
Jerusalem (SIB)- Polisi Israel menahan sejumlah orang saat aksi demonstrasi memprotes terbunuhnya seorang remaja Palestina oleh tersangka ekstrimis Yahudi meluas hingga ke kota-kota Israel yang berpenduduk Israel-Arab, Minggu (6/7). Sementara itu militer melancarkan 10 serangan udara ke Jalur Gaza sebagai balasan ditembakkannya roket ke selatan Israel yang semakin mengaburkan rencana gencatan senjata dengan Hamas. “Sekitar 35 orang ditahan sepanjang malam,” ungkap jubir polisi Luba Samri kepada AFP. Beberapa orang ditahan di kota Taibe dan wilayah Segitiga sekitar Umm el Fahm, basis kuat kelompok Islamis, tambah Samri.

Kekerasan mengguncang Yerusalem timur selama empat hari setelah penculikan dan pembunuhan Mohammed Abu Khedair. Hasil autopsi Khedair menunjukkan, sang remaja dibakar hidup-hidup dan dipukul dengan benda keras. Hal tersebut dinyatakan oleh salah seorang anggota jaksa dari kantor Kejaksaan Palestina Mohammed al-Auwewy, mengutip hasil autopsi dari Khedair. Al-Auwewy menyatakan, hasil autopsi menemukan adanya asap di dalam paru-paru pemuda berusia 16 tahun tersebut yang mengindikasikan, dia menghirup asap ketika api membara.

Sementara itu, Mark Regev, juru bicara Perdana Menteri Israel Benyamin Nentanyahu menyatakan pihaknya mengutuk keras dan terus berupaya mengungkap pembunuhan sadis ini. "Kami akan pergi sampai ke ujung, dan menangkap siapa yang bertanggung jawab," kata Mark seperti dilansir CNN, Minggu (6/7). Kematian Khedair memicu respon luas terutama dari Palestina. Ribuan aparat kepolisian Israel sampai turun ke jalan-jalan di wilayah Yerusalem timur menjelang pemakaman Khedair.

Hingga saat ini, kepolisian Israel mengaku belum bisa memastikan motif pembunuhan Abu Khedair. Namun sejumlah saksi mata mengatakan, sebelum ditemukan tewas, remaja Palestina itu diculik oleh tiga warga Israel yang memaksanya naik ke kendaraan mereka.

Beredar rumor bahwa pembunuhan Abu Khedair merupakan aksi pembalasan atas kematian tiga remaja Israel di wilayah Tepi Barat. Pemerintah Israel menuding kelompok Hamas bertanggung jawab atas penculikan dan pembunuhan ketiga remaja Israel itu.

Sementara itu beredar video yang memperlihatkan dua warga Israel berseragam tentara sedang menghajar seorang remaja Amerika Serikat keturunan Palestina, Tariq Khdeir (15). Remaja tersebut ternyata sepupu dari Khedair. Sebelum kejadian nahas menimpanya, Tariq terlihat sedang berbincang bersama saudaranya di depan rumah sepupunya yang menjadi korban pembakaran.

Dari video yang dikirim tetangga korban kepada keluarga, diketahui kejadian terjadi pada Kamis (3/7). Dalam video terlihat dua orang Israel berseragam tentara memukul dan menendang kepala remaja malang itu kurang lebih 20 kali tanpa perlawanan. Tariq akhirnya dievakuasi oleh polisi Palestina dan dibawa ke rumah sakit.

Akibat insiden tersebut, Tariq mengalami lebam yang sangat parah di bagian mulut dan hidungnya. Orangtuanya bahkan awalnya mengaku sempat tak mengenali anaknya itu. Ibu Tariq akhirnya mengidentifikasi dari kaos Ecko yang dipakai Tariq. "Kembalikan anak kami. Dia warga negara Amerika Serikat,” katanya ketika mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan anaknya. “Tak dapat dipercaya bagaimana mereka menendangnya (Tariq),” kata paman Tariq.

Tariq merupakan warga negara Amerika Serikat yang berdomisili di Tampa. Bibi Tariq, Sanah Abu Khdeir, mengatakan keponakannya mengunjungi Yerussalem Timur untuk mengunjungi neneknya yang sakit. Menurut keluarga, Tariq hanya seorang remaja biasa yang suka menjepret selfie dan gemar memancing. Ia mendapat julukan “Ikan” dari teman-temannya karena hobinya itu. Pihak Israel sedang menyelidiki kasus ini. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru