Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Identitas Asli Pelaku Upaya Pembunuhan Mantan Agen Rusia Terungkap

- Jumat, 28 September 2018 19:32 WIB
364 view
Identitas Asli Pelaku Upaya Pembunuhan Mantan Agen Rusia Terungkap
SIB/Bellingcat/Russia Today
Dalam gambar yang dirilis organisasi investigasi Bellingcat, (foto kanan) merupakan Ruslan Boshirov, pria Rusia yang dituduh sebagai pelaku upaya pembunuhan mantan agen ganda bernama Sergey Skripal. Sementara kiri diduga foto masa muda Boshirov yang ident
London (SIB) -Satu situs investigasi di Inggris mengungkap identitas asli salah satu pelaku upaya pembunuhan mantan agen ganda Rusia Sergey Skripal. 
Bellingcat, organisasi yang menelusuri keterlibatan Rusia di konflik luar negeri melaporkan, pria bernama Ruslan Boshirov sebenarnya adalah Anatoly Chepiga. 
Dilansir Kamis (27/9), Chepiga merupakan seorang perwira menengah di dinas intelijen Rusia (GRU) dengan pangkat Kolonel. Dia lahir pada 1979 di desa Nikolayevka di kawasan Timur Jauh Rusia, dan menyelesaikan pendidikan militernya di akademi setempat. Dia ditransfer ke Moskow pada 2009, di mana Chepiga mendapat identitas palsu bernama Rusia Boshirov, dan menjalankan penyamaran selama sembilan tahun terakhir. 

Dia pernah melaksanakan tugas di Ukraina dan Chechnya. Situs organisasi paramiliter DOSAAF menyebut Chepiga pernah tiga kali bertugas di Chechnya. Pada Desember 2014, dia menerima penghargaan Pahlawan Federasi Rusia. Medali itu diduga dilaksanakan secara rahasia, dan dilakukan Presiden Vladimir Putin. Laporan Bellingcat itu mendapat respon juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova yang menyatakan tidak punya bukti kuat. "Mereka terus menyebarkan informasi untuk mengalihkan isu utama: APA YANG TERJADI DI SALISBURY?" kata Zakharova dalam unggahannya di Facebook. 
"Pertanyaannya tetap sama. Kapankah London bakal menyediakan bukti siapa saja yang terlibat dalam insiden Salisbury?" lanjut dia dikutip AFP. 

Sebelumnya, Skripal dan putrinya Yulia ditemukan dalam keadaan tidak sadar di atas satu bangku di Salisbury pada 4 Maret 2018 lalu. Dari tubuh keduanya, polisi menemukan racun saraf berjenis Novichok yang dibuat di era Uni Soviet, dan dikatakan sebagai senjata kimia terhebat. Perdana Menteri Theresa May di awal September mengumumkan Boshirov dan Alexander Petrov sebagai pelaku percobaan pembunuhan Skripal dan Yulia. Boshirov dan Petrov terbang dari Moskow pada 2 Maret 2018, dan mengunjungi Salisbury dua hari beruntun, termasuk pada 4 Maret, sebelum kembali pulang. 

Dalam wawancara dengan media Rusia, keduanya mengaku sebagai turis dan mengunjungi katedral yang terkenal di sana. Mereka mengatakan hidup mereka terancam sejak Inggris mengumumkan keduanya adalah pelaku. "Kami mengkhawatirkan hidup kami dan orang tersayang kami," tutur keduanya. (BBC/AFP/Kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru