Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Februari 2026
Mahathir Tolak Donasi Rp 365 Miliar untuk Bayar Utang Malaysia

Mahathir: Korupsi Terbesar Berasal dari Partai Politik

- Minggu, 07 Oktober 2018 13:13 WIB
379 view
Kuala Lumpur (SIB) -Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan, baru-baru ini dia menolak donasi dari sebuah perusahaan. Seperti dilansir The Star, Sabtu (6/10), donasi tersebut berjumlah 100 juta ringgit atau sekitar Rp 365,4 miliar, yang dikirim ke Tabung Harapan.

Mahathir dalam konferensi pers menjelaskan dia melihat sumbangan dari perusahaan yang tak disebutkan namanya itu bermuatan motif tertentu. "Kami tidak ingin mereka memberikan uang dan mengharapkan sesuatu sebagai balasannya. Itu jelas perbuatan korupsi," terang Mahathir. 

Tabung Harapan adalah tabungan yang dibuka setelah Dr M, sapaan akrab Mahathir, mengumumkan utang Malaysia mencapai 1 triliun ringgit atau Rp 3.654 triliun. Dengan adanya tabungan tersebut, warga Malaysia yang berniat untuk membantu mengurangi utang negara bisa langsung memberikan donasi. Hingga 28 September, Malay Mail memberitakan total sumbangan yang terkumpul mencapai 193,98 juta ringgit atau sekitar Rp 708,6 miliar. 

Lebih lanjut, PM berusia 93 tahun itu juga mendiskusikan bagaimana caranya memberikan pendanaan kepada partai politik. Dia menjelaskan, pemerintahan koalisi Pakatan Harapan sempat mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem Jerman di mana pemerintah menganggarkan dana untuk partai politik. 

Namun, dia dan kabinetnya melihat cara itu dianggap tak efektif karena mereka tak ingin membebani para pembayar pajak untuk membiayai parpol. Mahathir menjelaskan, selama menjadi oposisi, Pakatan Harapan biasanya menggelar makan malam untuk menggalang sumbangan. Namun, dia menuturkan, cara itu tak bisa lagi dipakai karena mereka kini telah berkuasa. Sebab, pengumpulan donasi bakal menjadi jalan menuju korupsi. 

"Kami telah saling menegaskan tidak akan ada korupsi. Korupsi terbesar biasanya berasal dari partai politik," terang Mahathir. Dia mengakui parpol harus didanai. Dia dan kabinetnya berulang kali mencari solusi, tetapi hingga saat ini belum ada yang cocok."Saat ini kami masih meninjau berbagai skenario di mana parpol bisa bertahan tanpa bantuan pihak lain," tukas Mahathir. 

Rakyat Malaysia melakukan segala cara  guna membantu mengurangi utang-utang pemerintah. Sekelompok anak dan remaja di Malaysia membuka usaha cuci mobil untuk mengumpulkan dana guna membantu bayar utang negara.

Gagasan membuka layanan cuci mobil di lingkungan perumahan tercetus dari seorang warga bernama Padma Nadarajah (60). Namun, dia sama sekali tidak menyangka idenya akan menuai respons positif dari warga lainnya. Dia mengatakan, seluruh uang yang terkumpul akan didonasikan kepada Hope Fund.

Bahkan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V memutuskan membatalkan perayaan ulang tahun yang digelar 9 September lalu. Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz mengungkapkan, raja berusia 48 tahun itu juga membatalkan upacara minum teh. Dana dari dua kegiatan tersebut rencananya bakal disumbangkan ke Tabung Harapan Malaysia. 

Buat Otak Saya Bekerja
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan rahasia dia selalu aktif meski umurnya telah menapak 93 tahun. Berbicara dalam konferensi tentang teknologi dan penuaan, Mahathir berkata orang bakal cepat tua jika mereka tak menggunakan otot maupun otak.

Warga lanjut usia seharusnya mereka tak menghabiskan waktu dengan tidur. Melainkan membaca, menulis, atau bahkan berseteru. "Jika tidak, maka kemampuan berbicara, menyuarakan sesuatu, atau bahkan sekadar mengeluh bakal lenyap," demikian penjelasan Mahathir. 

Dia mencontohkan perseteruannya dengan pendahulunya, Najib Razak, membuat otaknya terus bekerja karena dia berpikir bagaimana mengubah pemerintahan. Setelah dia pensiun di 2003, dia bercerita bagaimana orang-orang datang dan mengeluhkan bahwa mereka tak senang Najib berkuasa. 

"Saya mencoba untuk menasihatinya. Namun ternyata tidak bekerja. Orang terus mendesak saya untuk berbuat sesuatu," bebernya. Karena itu, dia memutuskan bahwa Najib tidak bisa terus berkuasa. Dia memutuskan untuk membentuk Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Partai tersebut menggabungkan diri dengan koalisi Pakatan Harapan untuk mengalahkan koalisi penguasa Barisan Nasional (BN). 

Di 2016, Mahathir dan Anwar untuk pertama kalinya selama 18 tahun berjabat tangan, dan bekerja sama menjungkalkan Najib. Puncaknya pada 9 Mei, Mahathir mengalahkan Najib dan BN serta menjadi perdana menteri untuk kali kedua setelah 1981-2003. "Saya berusaha tetap aktif. Bukan karena saya menyukainya. Melainkan dipaksa oleh orang-orang di sekitar saya," kelakar pemimpin terpilih tertua dunia itu. (kps/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru