Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Boko Haram Culik Istri Wakil PM Kamerun

- Kamis, 31 Juli 2014 11:38 WIB
308 view
Boko Haram Culik Istri Wakil PM Kamerun
SIB/INT
Ilustrasi
Yaounde (SIB)- Aksi penculikan oleh kelompok militan Boko Haram tak hanya dilakukan di Nigeria atau dalam negeri, tapi juga di negara tetangga, Kamerun. Bahkan korbannya adalah istri petinggi negara. Istri Wakil Perdana Menteri (PM) Kamerun Amadou Ali dan pembantu rumah tangganya diculik kelompok Boko Haram dari rumahnya. Seorang pemimpin agama lokal atau lamido bernama Seini Boukar Lamine, yang juga wali kota kota itu dan lima anggota keluarganya juga diculik dalam satu serangan terpisah di rumahnya. Tidak ada segera yang mengaku bertanggungjawab.

"Istri Perdana Menteri diculik dalam sebuah serangan menakutkan pada Minggu 27 Juli," ujar Menteri Dalam Negeri Issa Tchiroma seperti dimuat BBC, Senin (28/7). Dia menjelaskan, saat kejadian, wakil PM Ali sedang berbuka puasa bersama di lokasi lain. Dia kemudian memutuskan untuk melarikan diri ke kota lain untuk menghindari penculikan. "Disesalkan mereka menculik istrinya.

Mereka juga menyerang kediaman lamido dan ia juga diculik," katanya dan menambahkan bahwa setidaknya tiga orang juga tewas dalam serangan itu.

Presiden Paul Biya langsung memberhentikan dua perwira senior militer di Kamerun utara akibat insiden tersebut. Menurut surat keputusan tersebut, yang diumumkan melalui radio pemerintah, Kolonel Youssa Gedeon, komandan Legiun Polisi Militer di utara, dan Letnan Kolonel Justin Ngonga, komandan ke-34 batalyon  infantri bermotor di kawasan yang sama, sama-sama diberhentikan.

Kamerun berbatasan langsung dengan Nigeria, negara asal Boko Haram. Kelompok tersebut belakangan ini kerap menculik warga asing di perbatasan Nigeria-Kamerun, termasuk satu keluarga asal Prancis dan pekerja dari Tiongkok.

Boko Haram sebelumnya juga melancarkan sejumlah serangan di Kamerun dalam beberapa pekan terakhir hingga mengakibatkan empat tentara tewas.

Kelompok tersebut sebelumnya juga menculik sekitar 200 gadis di Nigeria. Penculikan ini menjadi perhatian kawasan dan dunia internasional. Atas hal ini, Kamerun, Nigeria, Chad, dan Republik Niger sepakat membentuk 2.800 unit pasukan regional untuk menghadang serangan dan penculikan oleh Boko Haram. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru