Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Pengaruh ISIS Sudah Sampai ke Eropa, Miliki Penggemar di Wina

*Kuasai Pangkalan Militer Penting di Suriah
- Sabtu, 09 Agustus 2014 12:35 WIB
1.545 view
Pengaruh ISIS Sudah Sampai ke Eropa, Miliki Penggemar di Wina
SIB.Ist
Sejumalh Umat Kristen Irak Berlindung di Gereja Sint-Joseph di Irbil, Utara Irak, menyusul serangan militan ISIS, Paus Franciskus Merasa Prihatin dengan aksi Brutal dengan menyerukan agar aksi ISIS dihentikan.
Wina (SIB)- Dengan kemajuan teknologi informasi, Daulah Islamiyah (IS) atau tadinya disebut ISIS berhasil membangun jaringan di seluruh dunia. Sejumlah negara memutuskan untuk melakukan pemantauan ketat akan adanya benih-benih IS di negara mereka.

Kelompok IS kini juga telah memiliki penggemar di Wina, bahkan telah ada kelompok Facebooknya dan menjual pernak-pernik secara daring. Menurut suatu laporan dalam harian Kurier di Austria, barang yang paling laku dijual adalah topi dengan cetakan lambang IS.

Kelompok Facebook itu, yang diciptakan oleh seorang pria yang menyebut dirinya Muslim Alhamdulillah, memiliki 236 teman. Ia mengaku beroperasi dari sebuah masjid di kawasan Donaustadt di Wina. Namun, menurut harian Kurier, tidak ada masjid itu di sana. Gambar-gambar yang ada di kelompok Facebook itu menampilkan beberapa orang bergaya dengan bendera IS sambil mengenakan "seragam tempur" di Floridsdorf dan tempat-tempat lain di Wina.

Sejumlah penggemar sepertinya berasal dari Afghanistan, Chechnya, dan Makedonia. Seorang penggemar, yang memperkenalkan dirinya sebagai penduduk Wina keturunan Turki, menulis: "Saya telah menghapus semua teman palsu dalam hidup saya dan bahagia karenanya. Saya ingin mendapatkan, insya Allah, sejumlah teman sejati..."

Badan Perlindungan Konstitusi Austria tidak berdaya untuk melakukan apapun terkait kelompok itu. Sebetulnya, sudah ada larangan untuk melakukan parade dengan bendera jihad di Wina ataupun untuk menjual topi-topi dengan lambang-lambang teroris.

Walaupun begitu, keanggotaan dalam organisasi teroris dapat didakwa berdasarkan Seksi 278, dan jika ada seorang yang diketahui sebagai anggota kelompok kekerasan kembali ke Austria setelah berperang di Suriah, mereka akan disidik.

Daulah Islamiyah (IS) telah menjadi kelompok jihad utama yang memerangi kekuatan pemerintah di Suriah dan Irak.

 Ukuran kelompok itu tidak jelas diketahui, namun diduga ada ribuan pejuang di dalamnya, termasuk sejumlah besar warga asing.

IS dilaporkan telah berhasil menguasai seluruh areal pangkalan militer penting Suriah di provinsi Raqa.

 Ini terjadi setelah pertempuran ganas dengan pasukan Suriah di pangkalan Brigade 93 tersebut.

"IS merebut Brigade 93 setelah pertempuran ganas dan tiga serangan bom bunuh diri," ujar Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau HAM Suriah. Ditambahkan Rahman seperti diberitakan AFP, Jumat (8/8), pasukan pemerintah kini hanya menguasai satu posisi di provinsi tersebut, yakni di bandara Tabqa.

Sebelumnya, sejumlah tentara Suriah telah mundur dari Brigade 93 pada Juli lalu setelah ISIS menguasai Divisi 17, pangkalan militer lainnya di wilayah tersebut. Menurut Observatory yang berbasis di Inggris tersebut, sedikitnya 85 orang tewas dalam pertempuran atau dieksekusi mati tak lama setelah ISIS menguasai Divisi 17.

Sejak melibatkan diri dalam konflik di Suriah pada tahun 2013 lalu, kelompok militan ISIS telah menguasai nyaris seluruh wilayah provinsi Raqa dan Deir Ezzor di perbatasan dengan Irak. ISIS pun kemudian melebarkan serangannya ke wilayah Irak sejak Juni lalu. Kemudian pada akhir Juni lalu, ISIS mengumumkan pembentukan kekhalifahan Daulah Islamiyah yang mencakup wilayah-wilayah di Suriah dan Irak yang dikuasainya.

Adapun konflik Suriah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir setelah berlangsung sejak Maret 2011 lalu. Menurut Observatory, lebih dari 170 ribu orang telah tewas selama konflik Suriah tersebut. Konflik ini diawali dengan aksi demo damai menentang rezim Presiden Bashar al-Assad, yang kemudian berkembang menjadi revolusi bersenjata. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru