Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Militer Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Penembakan Pesawat Ukraina

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 20:49 WIB
371 view
Militer Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Penembakan Pesawat Ukraina
internasional.kompas.com
Ilustrasi
Washington DC (SIB)
Satu laporan menyatakan bahwa militer Iran berusaha menutupi fakta pesawat Ukraina yang ditembak jatuh pada 8 Januari 2020. Pesawat Boeing 737 milik Ukraine International Airlines jatuh tidak lama setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini, Teheran, dengan 176 orang tewas. Insiden itu terjadi setelah Iran menyerang dua pangkalan AS di Irak, sebagai balasan atas kematian jenderal top mereka, Qasem Soleimani.

Ketika kabar pesawat Ukraina yang jatuh itu merebak, Iran sempat membantah, dengan Garda Revolusi menyebut kegagalan mekanis jadi penyebab. Mereka membantah tudingan AS dan Kanada yang menyatakan, Iran tidak sengaja menghancurkan pesawat Boeing 737 setelah mendapat laporan intelijen. Namun pada 11 Januari, Teheran akhirnya mengakui bahwa mereka sudah menjatuhkan pesawat dengan nomor penerbangan 752 tersebut. Dalam keterangan resminya, Teheran menuturkan bahwa mereka sudah meluncurkan dua rudal ke arah Ukraina International Airlines karena mengiranya sebagai pesawat AS.

Dalam laporan The New York Times via Business Insider Minggu (26/1), militer Iran berusaha menutupi fakta bahwa mereka menjatuhkan pesawat itu. Dikatakan bahwa Garda Revolusi sebenarnya sudah langsung menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan ketika dua rudal itu diluncurkan. "Saya menelepon pejabat dan mengatakan yang sebenarnya. Bahwa kami mungkin menembak teman kami sendiri," ujar Amirali Hajizadeh. Hajizadeh yang menjabat sebagai Komandan Divisi Dirgantara Garda Revolusi itu menyatakan hal tersebut dalam siaran televisi setempat.

The Times kemudian memberitakan, yang dilakukan cabang elite militer Iran itu adalah berusaha menutupinya, bahkan dari Presiden Hassan Rouhani. Alih-alih melapor kepada Rouhani, Garda Revolusi malah memilih memberitahukannya kepada Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Di tengah upaya Teheran untuk membantah, satu komite khusus dibentuk, di mana anggotanya dilarang keras berbicara kepada orang lain.

Kemudian pada 8 Januari malam, komite tersebut sebenarnya sudah siap untuk mengumumkan bahwa mereka tidak sengaja menghancurkan pesawat Boeing 737. Namun, Garda dilaporkan tidak siap memberi tahu Rouhani dan pejabat pemerintah lainnya.

Mereka merujuk kepada alasan keamanan. Menurut mereka, jika langsung mengumumkan mereka salah, maka akan timbul keraguan terhadap operator sistem pertahanan. "Jika kami mengatakan ini, sistem pertahanan kami akan menjadi lumpuh, dan orang-orang kami akan menurun semangatnya," papar Hajizadeh.

Setelah dua hari bersikukuh tidak menembak pesawat Ukraina, Rouhani akhirnya mengetahui fakta sebenarnya pada 10 Januari. Dia mendesak agar militer segera mengumumkan kebenarannya. Bahkan, dia mengancam bakal mengundurkan diri jika tidak ada tindakan. Akhirnya pada 11 Januari, militer pun mengakui kesalahannya, dengan Rouhani berkicau bahwa investigasi akan terus dilanjutkan untuk menemukan pelakunya. (businessinsider.com/kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru