Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Berkas Perkara Dilimpahkan, PM Netanyahu Segera Disidang

Redaksi - Kamis, 30 Januari 2020 22:31 WIB
390 view
Berkas Perkara Dilimpahkan, PM Netanyahu Segera Disidang
ABIR SULTAN / POOL / AFP
Jaksa Agung Israel melimpahkan berkas dugaan korupsi PM Benjamin Netanyahu ke Pengadilan Yerusalem. 
Tel Aviv (SIB)
Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Pengadilan Negeri Yerusalem, Selasa (28/1). Keputusan itu diambil hanya beberapa jam sebelum Netanyahu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington D.C., untuk membahas peta jalan perdamaian Israel-Palestina.

Mandelblit memutuskan mendaftarkan perkara dugaan penyalahgunaan wewenang dan suap itu setelah Netanyahu menarik permintaan kekebalan hukum kepada parlemen (Knesset). Netanyahu menyatakan tidak bersalah atas seluruh sangkaan tersebut.

"Ini adalah dendam pribadi terhadap saya. Bukannya ikut memahami proses politik saat ini, tetapi mereka malah menjalin kesepakatan politik murahan yang membahayakan sejarah bangsa ini," tulis Bibi, sapaan akrab Netanyahu, melalui akun Facebook.

"Di saat masa yang menentukan bagi rakyat Israel, saat saya berada di AS dalam misi bersejarah untuk membahas perbatasan Israel dan keberlangsungan dan keamanan generasi masa mendatang, sebuah pertunjukan sirkus soal kekebalan hukum diperlihatkan," lanjut Bibi. Sampai saat ini tanggal persidangan Netanyahu belum ditentukan. Namun, jika hal ini terjadi, maka dia adalah perdana menteri Israel pertama yang akan diadili. Pesaing politik utama Netanyahu, Benny Gantz, tetap mendesak supaya rivalnya itu diadili.

Netanyahu saat ini tidak diwajibkan mundur meski terjerat kasus hukum. Dia baru bisa hengkang dari jabatannya jika diputus bersalah yang sudah berkekuatan hukum tetap. Surat dakwaan mencatat Netanyahu menerima ratusan ribu dolar sampanye dan cerutu dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer yang diperkirakan senilai US$200 ribu.

Tuduhan lainnya yakni 'Kasus 4000' yang membuat Netanyahu menggunakan kekuatannya untuk meloloskan peraturan bagi bisnis telekomunikasi milik Shaul Elovitch. Sebagai imbalannya, Netanyahu mendapat pencitraan positif di situs berita Bezeq. (CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru