Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Rusia Tutup Perbatasan dengan China, Malaysia Usir 14 Turis Asal Wuhan

* WHO Puji China dan Kepemimpinan Xi Jinping
Redaksi - Jumat, 31 Januari 2020 20:03 WIB
664 view
Rusia Tutup Perbatasan dengan China, Malaysia Usir 14 Turis Asal Wuhan
Foto:Rtr/yahoonews
Seorang petugas berjaga di halaman masjid Putrajaya, Rabu (29/1) Malaysia yang ditutup terkait isu penyebaran virus corona. Otoritas Malaysia telah mengusir 14 turis yang berasal dari Wuhan, kota di China yang menjadi tempat asal wabah virus coro
Moskow (SIB)
Rusia telah menutup perbatasan dengan China untuk mencegah penyebaran virus corona yang hingga kini telah menewaskan 170 orang di Negeri Tirai Bambu. Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishutin mengatakan dalam rapat kabinet bahwa perintah untuk "menutup perbatasan dengan China telah ditandatangan". "Kami harus melakukan semua hal untuk melindungi warga kami," kata Mishutin pada Kamis (30/1).

Selain menutup perbatasan, Kementerian Luar Negeri Rusia juga memaparkan akan berhenti menerima visa elektronik warga China yang ingin berkunjung ke Negeri Beruang Merah. Visa elektronik itu memang bisa digunakan warga China untuk masuk ke sejumlah wilayah di barat Rusia.

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin juga meminta warga Rusia tidak berpergian ke China untuk sementara waktu. Bagi warga Rusia yang telah berada di China diminta untuk menghubungi kedutaan besar di Beijing. Dikutip AFP, Rusia hingga kini memang belum menemukan kasus virus corona di negaranya. Meski begitu, pemerintah Rusia menuturkan telah membentuk tim kerja untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus corona ke negaranya.

Sementara itu, otoritas Malaysia telah mengusir 14 turis yang berasal dari Wuhan, kota di China yang menjadi tempat asal wabah virus corona. Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin mengatakan, ke-14 orang tersebut langsung dipulangkan setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada Selasa (28/1) lalu. Mereka dilarang masuk setelah Departemen Imigrasi Malaysia mengetahui bahwa mereka berasal dari Wuhan.

"Saya telah diberitahu bahwa pada Selasa (28 Januari), 14 penumpang dari Wuhan mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Mereka kemudian dilarang masuk dan telah dipulangkan," kata Muhyiddin dalam konferensi pers hari ini seperti dilansir media Malaysia, The Star, Kamis (30/1).

Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah melarang masuk para turis dari kota Wuhan dan sekitarnya sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran coronavirus ini. Dalam statemen yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri (PM) Malaysia, disebutkan bahwa otoritas untuk sementara akan menghentikan pemberian visa bagi warga negara China yang berasal dari Wuhan, ibu kota provinsi Hubei dan sekitar provinsi Hubei.

"Pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan sementara semua fasilitas imigrasi ... bagi semua warga negara China dari kota Wuhan dan sekitar Provinsi Hubei," demikian pernyataan kantor PM Malaysia. Malaysia menerima sekira 2,94 juta pengunjung dari China tahun lalu dan bertujuan meningkatkan jumlah itu menjadi 3,48 juta pengunjung tahun ini. Kantor PM Malaysia menyatakan, larangan turis China tersebut akan dicabut saat situasi telah kembali normal.

Otoritas kesehatan China mengumumkan bahwa sejauh ini, jumlah korban jiwa akibat wabah ini mencapai 170 orang. Otoritas kesehatan China juga mengumumkan saat ini total 7.711 kasus virus corona ada di wilayah China. Jumlah itu belum termasuk 10 kasus virus corona di Hong Kong, tujuh kasus di Macau dan delapan kasus di Taiwan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.586 kasus terkonfirmasi di wilayah Provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah virus corona. Untuk korban tewas, dari 170 orang, sebanyak 162 orang di antaranya meninggal akibat virus corona di Provinsi Hubei.

Virus corona ini diyakini berasal dari sebuah pasar hewan di kota Wuhan, di mana hewan-hewan eksotik dan daging hewan liar diperdagangkan secara ilegal. Pasar hewan itu telah ditutup dan penyelidikan telah dilakukan otoritas setempat.

WHO Puji China
Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji respons China atas wabah virus corona yang terjadi di negara tersebut dan telah menyebar ke belasan negara lain. Kepada para wartawan, Tedros mengatakan bahwa pejabat-pejabat China telah menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk memerangi penyebaran virus mematikan tersebut dan menunjukkan kerja sama dengan negara-negara lain untuk menekan penyebaran globalnya. "Tindakan-tindakannya sebenarnya membantu mencegah penyebaran coronavirus ke negara-negara lain," kata Tedros mengenai China seperti dilansir media China, Xinhua, Kamis (30/1). Dia mengatakan dirinya "sangat terkesan akan pengetahuan rinci presiden tentang wabah ini."


Hal ini disampaikan Tedros usai kunjungannya ke Beijing, China untuk melakukan pembahasan dengan Presiden Xi Jinping dan pejabat-pejabat tinggi China lainnya mengenai penanggulangan wabah virus corona. Tedros pun mengucapkan terima kasih pada pemerintah China atas langkah-langkah luar biasa yang telah diambil untuk mencegah penyebaran coronavirus baru ini.

Tedros menekankan bahwa hampir 99 persen kasus virus corona dan semua korban jiwa berada di China, dengan hanya 68 kasus di belasan negara lain dan tanpa korban jiwa. "Untuk itu, China pantas mendapat terima kasih dan hormat kita ... China menerapkan langkah-langkah yang sangat serius dan kita tidak bisa meminta lebih banyak lagi," ujar Tedros pada konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Kepala WHO itu juga berterima kasih kepada China karena telah mengidentifikasi virus ini dalam waktu singkat dan langsung membagi informasi tersebut ke dunia. "China sepenuhnya berkomitmen pada transparansi, baik secara internal maupun eksternal, dan telah setuju untuk bekerja sama dengan negara-negara lain yang membutuhkan dukungan," imbuh Tedros. "Tingkat komitmen (kepemimpinan) di China luar biasa; saya akan memuji China lagi dan lagi, karena tindakannya benar-benar membantu mengurangi penyebaran virus corona baru ke negara lain ... kita mengatakan yang sebenarnya dan itulah yang sebenarnya," tandas Tedrsos. (AFP/thestar/dtc/CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru