Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Ratusan Warga New York Protes Kebrutalan Polisi

- Sabtu, 16 Agustus 2014 11:37 WIB
401 view
Ratusan Warga New York Protes Kebrutalan Polisi
SIB/AP/Foto/Micahel R.Sisak
Ratusan orang berunjukrasa di New York, Kamis (14/8), mengecam tindakan brutal polisi atas tewasnya remaja kulit hitam di Ferguson, Missouri.
New York (SIB)- Aksi protes terkait insiden penembakan remaja kulit hitam yang terjadi di Ferguson, Missouri, Amerika Serikat semakin meluas. Kali ini, ratusan orang di New York ikut memprotes kebrutalan polisi dalam insiden tersebut.

Sebagian besar demonstran merupakan anak muda dan keturunan Afrika-Amerika. Mereka juga meneriakkan slogan memprotes kematian seorang pria kulit hitam bernama Eric Garner, setelah seorang polisi New York tidak sengaja mencekiknya bulan lalu.

"Eric Garner, Michael Brown, Justice," demikian bunyi sejumlah poster yang dibawa demonstran, seperti dilansir AFP, Jumat (15/8). "Solidaritas bagi warga Ferguson, korban dari kebencian dan kekerasan yang dilegitimasi," bunyi salah satu poster lainnya yang dibawa seorang gadis, yang menyebut dirinya sebagai Cherry. Kepada AFP, Cherry mengaku takut akan adanya insiden berbau ras dalam beberapa minggu terakhir.

Michael Brown yang merupakan remaja kulit hitam berusia 18 tahun di Ferguson, tewas akibat ditembak seorang polisi setempat. Warga memprotes kematiannya, karena Ferguson dalam keadaan tak bersenjata dan tak melawan saat ditangkap.

Terdapat sejumlah luka tembak di tubuh Brown, yang semakin memicu kemarahan warga setempat. Dalam keterangannya, polisi setempat berdalih bahwa Brown menyerang polisi dan berusaha merebut senjatanya. Beberapa demonstran di New York ini juga mendesak mundurnya kepala kepolisian New York, Bill Bratton dan agar sejumlah polisi yang terlibat kematian Eric Garner diadili. Garner tewas pada 17 Juli lalu.

Video amatir yang beredar menunjukkan, Garner (43) dilumpuhkan ke tanah oleh sejumlah polisi setelah terlibat adu mulut. Garner mengeluh beberapa kali bahwa dirinya tidak bisa bernapas. Hasil pemeriksaan autopsi menunjukkan penyebab kematian Garner adalah pembunuhan.

Terkait meluasnya kerusuhan, Presiden Barack Obama menyerukan perdamaian dan ketenangan. “Sekarang adalah waktunya pemulihan. Sekarang adalah waktunya untuk perdamaian dan ketenangan di jalanan-jalanan di Ferguson,” ujar Presiden Obama.

Dalam pidatonya hari Kamis lalu, presiden menyerukan agar dua belah pihak menahan diri. “Tidak ada dalih untuk melakukan kekerasan terhadap polisi, atau untuk mereka yang menggunakan tragedi ini sebagai pembenaran untuk perusakan ataupun penjarahan.” “Juga, tidak ada dalih bagi polisi untuk menggunakan kekerasan berlebihan terhadap protes damai atau menjebloskan ke penjara bagi pernyataan sah hak-hak Amandemen Pertama,” kata Obama.

Amandemen Pertama dalam Konstitusi AS melindungi hak warga Amerika untuk kebebasan berbicara. Obama melontarkan kritik kepada polisi setelah penangkapan dua orang wartawan yang sedang meliput demonstrasi.

“Di sini, di Amerika Serikat, polisi tidak boleh mengancam atau menangkapi wartawan yang sedang berusaha melakukan tugas mereka dan melaporkan kepada rakyat Amerika tentang apa yang mereka lihat di tempat kejadian,” katanya.(Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru