Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Lagi, Polisi AS Tembak Mati Warga Ferguson

- Kamis, 21 Agustus 2014 13:09 WIB
215 view
Lagi, Polisi AS Tembak Mati Warga Ferguson
FERGUSON (SIB)- Polisi di Ferguson, Missouri, Amerika Serikat (AS) kembali berulah. Mereka menembak seorang remaja berkulit hitam dari St Louis untuk kedua kalinya. Kepala Kepolisian St Louis Sam Dotson menjelaskan, mereka mencoba mendekati tersangka 23 tahun itu setelah menerima laporan adanya perampokan toko. Namun, remaja yang memegang pisau itu bersikap tidak menentu.

“Begitu anggota polisi tiba, tersangka berbalik ke arah petugas dan mulai berjalan ke arah mereka, mencengkram pinggangnya. Dia kemudian mengeluarkan pisau dari dalam sakunya dan mengancam petugas ‘Tembak aku sekarang, bunuh saya sekarang’,” demikian kata Dotson, diberitakan Telegraph, Rabu (20/8).
Petugas sudah memerintahkan kepada pelaku untuk menjatuhkan pisau dari tangannya. Pelaku malah terus mendekati petugas, sebelum akhirnya kedua polisi melepaskan tembakan ke arah remaja tersebut. Tersangka dinyatakan telah meninggal di tempat. Sementara petugas yang namanya dirahasiakan sudah diamankan sambil menunggu hasil penyelidikan.

47 Orang Ditangkap
Aksi-aksi protes terus terjadi di kota Ferguson, Missouri, Amerika Serikat terkait penembakan seorang remaja berkulit hitam oleh polisi. Sebanyak 47 orang ditangkap polisi selama aksi demo yang terjadi pada Selasa, 19 Agustus malam waktu setempat.

Kapten Ron Johnson dari Patroli Jalan Raya Missouri menyatakan, para demonstran melemparkan botol-botol berisi air dan urine ke arah polisi saat aksi protes akan berakhir Selasa (19/8) malam. Polisi pun bergerak untuk melakukan penangkapan. "Hingga pukul 01.00 kami telah menangkap 47 orang," ujar Johnson pada konferensi pers seperti dilansir AFP, Rabu (20/8). Ditambahkannya, polisi juga menyita sejumlah senjata api dari para demonstran.

Dikatakan Johnson, berbeda dari aksi demo pada Senin, 18 Agustus sebelumnya, para demonstran kali ini tidak mengeluarkan tembakan ke arah polisi.

Karenanya polisi pun tidak menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa demonstran. "Malam ini kami melihat dinamika berbeda," imbuhnya.

Aksi demo dan bentrokan marak di kota kecil Ferguson sejak penembakan Michael Brown pada 9 Agustus lalu oleh seorang polisi berkulit putih.

Tewasnya remaja berkulit hitam akibat tembakan polisi tersebut membuat warga setempat marah. Warga setempat menuding penembakan itu bermotif rasial.

Sebelumnya, aksi penjarahan juga terjadi di toko-toko di Ferguson yang berada di pinggiran St.

Louis itu. Insiden ini terjadi tak lama setelah polisi menyatakan, Brown adalah tersangka pencurian.

Kepolisian Ferguson mengaitkan Brown pada pencurian sekotak cerutu senilai US$ 49 dari sebuah toko, beberapa saat sebelum remaja berusia 18 tahun itu ditembak mati oleh polisi pada 9 Agustus lalu. (Telegraph/okz/AFP/dtc/h)s
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru