Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Uni Eropa Ultimatum Rusia

* Ukraina Bebaskan Tahanan Militer Rusia
- Senin, 01 September 2014 14:16 WIB
378 view
Uni Eropa Ultimatum Rusia
Brussels (SIB)- Para pemimpin Uni Eropa (UE) pada Minggu (31/8) memutuskan memberi Rusia waktu sepekan untuk meredakan krisis di Ukraina, atau mereka akan menjatuhkan sanksi lebih keras atas Rusia, kata Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy.

"Dewan Eropa menyatakan lembaga itu siap melakukan tindakan lebih lanjut sehubungan dengan perkembangan situasi di lapangan dan meminta Komisi agar segera melakukan tindakan persiapan serta mengajukan rencana untuk dipertimbangkan dalam waktu satu pekan," kata Van Rompuy dalam taklimat setelah satu pertemuan puncak khusus di Brussels, Belgia. "Jika Rusia terus meningkatkan krisis di Ukraina, maka negara itu akan akan membayar harga tinggi," kata Presiden Komisi Eropa Jose Manual Barroso dalam taklimat yang sama.

Mantan Perdana Menteri Portugal itu menimpali, "Saya dapat meyakinkan anda Komisi akan cepat dalam menyampaikan usul lebih lanjut bagi tindakan pembatasan, seperti Dewan Eropa dengan suara bulat telah meminta kami mengajukannya." Barroso juga menyatakan UE takkan mempertimbangkan penyelesaian militer bagi krisis Ukraina.

"Takkan boleh ada penyelesaian militer bagi krisis ini. Sudah tiba waktunya bagi setiap orang untuk menangani masalah untuk mewujudkan perdamaian. Itu belum terlalu terlambat, tapi waktu berlalu dengan cepat," ujarnya menambahkan.

Bebaskan Tahanan
Seluruh peterjun payung militer Rusia yang ditahan di Ukraina timur awal pekan ini telah kembali ke Rusia, kata wakil komandan Angkatan Udara Rusia, Mayor Jenderal Aleksei Ragozin, Minggu. "Negosiasi yang sangat sulit. Namun, akal sehat yang menang dan semua berakhir secara baik. Yang paling penting adalah bahwa orang-orang kita kembali bersama kami, di Rusia. Saya ingin menekankan bahwa kita tidak pernah meninggalkan mereka sendiri," kata Ragozin.


Ia menambahkan bahwa Rusia telah melakukan segala sesuatu untuk membawa pasukan payung pulang sesegera mungkin, dan para peterjun payung itu akan menerima dukungan psikologis dan bantuan lain yang mungkin mereka butuhkan.

"Saya merasa tidak dapat menerima bahwa pihak Ukraina terus meneror tentara kita selama berhari-hari. Selain itu, mereka dibawa ke Kiev. Namun, ratusan tentara Ukraina yang menemukan diri mereka di wilayah Rusia, menerima bantuan yang komprehensif dari instansi terkait dan juga diserahkan ke Ukraina," kata Ragozin, menanggapi proses pertukaran tawanan kedua negara.

Pada hari Senin, Dewan Keamanan Ukraina mengklaim tentaranya ditahan sepuluh personel bersenjata pasukan Rusia di timur negara itu dekat perbatasan dengan Rusia.

Kemudian, sumber di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pasukan payung telah melakukan patroli rutin dan bisa menyeberangi perbatasan secara tidak sengaja. Menurut sumber itu, para prajurit tidak melawan ketika ditangkap.

Pada hari Jumat (29/8), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa ia membahas pelepasan pasukan payungnya dengan presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Poroshenko yang mengatakan bahwa Ukraina akan menyerahkan mereka ke Rusia.

Dukung Ukraina
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. Tak hanya dengan Ukraina, kini sejumlah pihak di Eropa pun menyatakan perang dengan Rusia.

Setidaknya itu yang disampaikan Presiden Lituania, Dalia Grybauskaite. "Rusia berada dalam situasi perang melawan Ukraina, yang sangat dekat dengan Eropa. Artinya, Rusia juga perang melawan Eropa," ujar Dalia dalam sambutannya di pertemuan puncak Uni Eropa seperti dikutip Reuters, Minggu (31/8).

"Itu berarti kita perlu membantu Ukraina untuk mempertahankan wilayah dan rakyatnya dari sisi militer karena mulai hari ini Ukraina berperang atas nama Eropa," lanjut perempuan berusia 58 tahun ini.

Dalia menambahkan, embargo senjata di Rusia harus ditingkatkan. Caranya dengan menghentikan penjualan peralatan perang di bawah kontrak. Sebelumnya, pemerintah AS dan Uni Eropa telah menetapkan serangkaian sanksi hukuman bagi Rusia atas krisis Ukraina.

Konflik ini merupakan ketegangan terburuk antara Barat dan Moskow sejak Perang Dingin. (Rtr/dtc/Ant/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru