Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

UMNO Tegas Dukung PM Malaysia Muhyiddin Yassin

* Najib Razak Dukung Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia
Redaksi - Rabu, 28 Oktober 2020 11:27 WIB
560 view
UMNO Tegas Dukung PM Malaysia Muhyiddin Yassin
AFP/MOHD RASFAN
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin
Kuala Lumpur (SIB)
Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu ( UMNO) kembali menyatakan dukungannya kepada Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin. Partai terbesar dalam koalisi Perikatan Nasional milik Muhyiddin tersebut memberikan beberapa kelonggaran bagi PM yang sebelumnya menghadapi seruan untuk mengundurkan diri.

Seruan pengunduran diri tersebut dikemukakan oleh pemimpin senior UMNO, Ahmad Puad Zarkashi, pada Senin (26/10) dalam unggahan di Facebook setelah usulan pemberlakuan keadaan darurat dari Muhyiddin ditolak Raja Malaysia.

"Syukurlah, Yang Mulia Raja tak terpengaruh oleh permainan politik yang bisa menjerumuskan negara ke momen lebih sulit. Kesejahteraan masyarakat jelas yang utama. Karena itu, sudah seharusnya Muhyiddin mundur," kata Ahmad Fuad di Facebook.

Sementara itu, politisi oposisi seperti Wong Chen menyebut usulan yang diberikan PM Malaysia berusia 73 tahun tersebut ‘sangat jahat’. Karena itu, Wong berujar sudah benar Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah menolaknya, dan menyerukan agar Muhyiddin meletakkan jabatan atau memecat menteri yang mengusulkannya.

Kritikus menuduh Muhyiddin menggunakan pandemi sebagai dalih untuk menangguhkan parlemen dan menghindari ujian kepemimpinannya sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (27/10).

Namun kini, UMNO, yang pada awal bulan ini mengancam akan menarik dukungan untuk Muhyiddin, menyatakan masih akan mendukung Muhyiddin. Itu karena menurut partai tersebut sudah tiba waktunya bagi rekonsiliasi nasional antar-partai politik demi memastikan stabilitas politik dan untuk memfokuskan upaya pengelolaan pandemi. UMNO juga mengatakan tidak akan bekerja dengan partai pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan menolak saran mantan PM Malaysia Najib Razak.

Bulan lalu, Anwar menyatakan bahwa dia telah mendapatkan dukungan mayoritas dari anggota parlemen federal untuk membentuk pemerintahan baru, yang memicu krisis politik. Malaysia sudah berada dalam krisis politik ketika PM sebelumnya.

Mahathir Mohamad, secara mengejutkan mengumumkan mundur di Februari. Keputusan Mahathir itu membuat koalisi Pakatan Harapan yang juga dipimpin Anwar Ibrahim mengalami perpecahan dan kolaps. Kondisi itu dimanfaatkan Muhyiddin untuk menggalang dukungan. Menggandeng UMNO sebagai motornya, dia berhasil naik sebagai PM pada Maret.
Najib Dukung Anwar Ibrahim

Sebelumnya, mantan PM Malaysia, Najib Razak, menyarankan petinggi Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) untuk bekerja sama dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Namun Najib menegaskan ada syarat khusus yang harus dipenuhi jika UMNO mendukung Anwar.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, Free Malaysia Today dan Malay Mail, Selasa (27/10), Najib menanggapi laporan media yang menyebut dirinya mendukung pencalonan Anwar menjadi PM Malaysia selanjutnya. Disebutkan Najib bahwa laporan tersebut 'tidak begitu akurat'.

Dijelaskan oleh Najib bahwa dirinya memang menyarankan para pemimpin dan petinggi UMNO untuk mempertimbangkan bekerja sama dengan Anwar dan Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpinnya, jika UMNO merasa tidak puas dengan koalisi pemerintahan Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin PM Muhyiddin Yassin. Namun, sebut Najib, saran bekerja sama dengan Anwar tersebut hanyalah usulan alternatif jika usulan pertama yang diajukannya, yakni pemilu segera, ditolak oleh koalisi pemerintahan PM Muhyiddin. Usulan itu dibahas dalam rapat koalisi Barisan Nasional (BN) -- koalisi lama UMNO.

Para politikus UMNO diketahui merasa kecewa dengan posisi mereka dalam pemerintahan PM Muhyiddin, padahal UMNO memiliki kursi terbanyak dalam parlemen jika dibandingkan anggota koalisi PN lainnya. Najib menyebut Partai Pribumi Bersatu (PPBM) yang dipimpin PM Muhyiddin saat ini 'memonopoli' sejumlah jabatan tinggi dalam pemerintahan, termasuk Perdana Menteri, Kementerian Perekonomian, dan Dewan Aksi Ekonomi yang sama sekali tidak memiliki perwakilan dari UMNO dan partai lainnya.

Ketidaksenangan UMNO dengan posisi dalam pemerintahan memicu spekulasi soal rencana menarik dukungan dari koalisi PM Muhyiddin. (Free Malaysia Today/detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru