Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Oktober 2026

8 Bulan Bebas Covid, Taiwan Temukan Lagi Infeksi Lokal

Redaksi - Rabu, 23 Desember 2020 10:38 WIB
377 view
8 Bulan Bebas Covid, Taiwan Temukan Lagi Infeksi Lokal
AP/Chiang Ying-ying
Pandemi virus corona di Taiwan
Jakarta (SIB)
Taiwan kembali melaporkan kasus Covid-19 penularan lokal setelah lebih dari delapan bulan nihil, Selasa (22/12).

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan terakhir kali melaporkan kasus lokal virus corona pada 12 April.

Kasus lokal tersebut dikonfirmasi dari seorang wanita berusia sekitar 30 tahun.

Otoritas kesehatan mengatakan wanita itu dites positif Covid-19 setelah melakukan kontak dengan "pilot asing" yang bekerja untuk sebuah maskapai penerbangan Taiwan.

"Unit kesehatan meminta dia untuk diuji dan dia dipastikan positif hari ini," kata Pusat Pengendalian Penyakit dalam sebuah pernyataan.

Dilansir dari Channel News Asia, Menteri Kesehatan Chen Shih-chung dalam konferensi pers juga melaporkan tiga kasus baru dari transmisi luar negeri.

Taiwan termasuk salah satu negara yang dinilai sukses dalam membendung virus corona, terutama dari segi pencegahan masuk.

Mereka menutup perbatasan lebih awal dan menerapkan aturan karantina ketat. Hingga kini Taiwan memiliki 770 kasus corona dan tujuh kematian.

Singapura telah mencabut pembatasan perbatasan bagi pengunjung dari Taiwan mulai 18 Desember.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura mengatakan wisatawan dapat mengajukan Air Travel Pass (ATP) sekali masuk untuk memasuki Singapura.

Para pengunjung tersebut harus berada di Taiwan dalam 14 hari sebelum keberangkatan.

Setelah tiba, pengunjung akan menjalani tes Covid-19 polymerase chain reaction (PCR) dan jika hasilnya negatif, mereka akan diizinkan untuk beraktivitas di Singapura.

Sebagai bagian dari proses pelacakan kontak, pelancong dari Taiwan harus mengunduh dan mendaftar aplikasi TraceTogether di perangkat seluler mereka sebelum memasuki Singapura dan terus mengaktifkannya.

Mereka tidak boleh menghapus selama 14 hari setelah meninggalkan Singapura. (CNNI/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru