Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

1 dari 6 Mahasiswi MIT Pernah Alami Kejahatan Seks

- Rabu, 29 Oktober 2014 16:48 WIB
187 view
Washington (SIB)- Satu dari enam mahasiswi di kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat ternyata pernah mengalami kejahatan seksual. Namun hanya sedikit yang melaporkan kejahatan tersebut ke polisi. Demikian menurut survei yang dilakukan MIT seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (28/10). Dalam survei tersebut, 5 persen mahasiswi mengaku telah diperkosa, namun hanya kurang dari 5 persen yang melaporkan kejahatan seks tersebut.

Polling ini dilakukan di tengah meningkatkan desakan bagi kampus-kampus AS untuk menekan kekerasan seks yang marak terjadi. Sebelumnya, Gedung Putih telah menyatakan, kejahatan seks merupakan "wabah" di kampus-kampus AS, dengan satu dari lima mahasiswa menjadi korban kejahatan seks selama masa kuliah mereka. "Serangan seksual melanggar nilai-nilai inti MIT kita. Itu tak punya tempat di sini," tegas Presiden MIT Rafael Reif dalam email kampus yang menyertai hasil survei tersebut.

Survei tersebut juga menanyakan para mahasiswa tentang seberapa luas perilaku seksual yang tak diinginkan terjadi di kampus tersebut, serta seberapa besar kemungkinan korban akan membahasnya dengan teman atau lainnya. "Kami tertarik untuk mempelajari masalah ini, mengukurnya dan menyelesaikannya," tutur Kanselir MIT Cynthia Barnhart kepada para wartawan.

Dalam polling itu terungkap, hampir dua pertiga responden yang mengalami kejahatan seks mengatakan bahwa mereka telah memberitahukan hal tersebut kepada seseorang, namun kurang dari lima persen yang melaporkan insiden itu secara resmi.

MIT merupakan salah satu universitas AS yang merilis data luas mengenai kejahatan seks di kampus. Polling ini dirilis di tengah meningkatnya desakan dari anggota parlemen, aktivis dan mahasiswa AS untuk menghentikan kekerasan seks di kampus-kampus dan mereformasi penyelidikan atas tuduhan kejahatan seks. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru