Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 21 April 2026

Swedia Resmi Akui Negara Palestina

- Jumat, 31 Oktober 2014 15:27 WIB
290 view
Stockholm (SIB)- Pemerintah Swedia melalui Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom, Kamis (30/10) secara resmi mengakui keberadaan negara Palestina, kurang sebulan setelah pemerintah mengemukan rencana mereka. "Hari ini pemerintah memutuskan untuk mengakui negara Palestina," kata Wallstrom dalam pernyataan yang disiarkan harian Dagen Nyheter. "Ini adalah langkah penting yang akan memperkuat hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri," katanya.

Dengan pengakuan tersebut, Swedia menjadi negara besar Eropa pertama yang memberikan pengakuan tersebut. Sebelumnya dalam pidato pelantikannya, Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan pada parlemen bahwa pemerintahan Sosial Demokrat-nya akan mewujudkan janji untuk mengakui negara Palestina. Hal ini menuai kritikan dari Israel dan Amerika Serikat.

"Pengakuan ini merupakan kontribusi untuk masa depan yang lebih baik bagi wilayah yang sudah terlalu lama ditandai dengan negosiasi yang beku, kehancuran dan frustrasi," tulis Wallstrom dalam surat kabar Dagens Nyheter. "Sebagian akan menyebut keputusan ini terlalu cepat. Saya khawatir, ini justru sangat terlambat," imbuh pejabat tinggi Swedia itu.

Menurut Wallstrom, langkah Swedia ini dimaksudkan untuk mendukung warga moderat Palestina dan menjadikan status mereka lebih sejajar dengan Israel dalam negosiasi damai. Majelis Umum PBB telah menyetujui pengakuan de fakto atas negara Palestina pada tahun 2012. Namun Uni Eropa dan kebanyakan negara-negara Uni Eropa belum memberikan pengakuan resmi mereka. "Anggota-anggota Uni Eropa memastikan pada tahun 2009 tentang kesiapan mereka untuk mengakui negara Palestina," tutur Wallstrom. "Kami sekarang siap untuk menjadi yang terdepan. Kami harap ini bisa menjadi contoh bagi yang lannya," tandasnya.

Puji Swedia
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengelu-elukan keputusan Swedia yang secara resmi mengakui Negara Palestina, kata juru bicara Abbas kepada AFP. "Presiden Abbas menyambut hangat keputusan Swedia," kata sang juru bicara, Nabil Abu Rudeina. Pemimpin Palestina menggambarkan langkah Swedia tersebut sebagai langkah "berani dan bersejarah".

Abu Rudeina mengaku, langkah Swedia itu berkaitan dengan ketegangan berbulan-bulan di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel di mana warga Palestina hampir setiap hari bentrok dengan polisi Israel dan di mana Israel baru-baru ini mempromosikan rencana membangun 3.600 rumah untuk pemukim Yahudi sehingga mengundang kecaman internasional. "keputusan ini terjadi sebagai jawaban terhadap langkah-langkah Israel di Yerusalem," kata dia.

Abbas menyeru negara-negara lainnya mengikuti jejak Swedia itu. "Semua negara di dunia yang masih ragu mengakui hak kami untuk negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan-perbatasan 1967, dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota, (semestinya) mengikuti langkah Swedia," kata sang juru bicara.

 Swedia adalah negara anggota Uni Eropa pertama di Eropa Barat yang mengakui Palestina, demikian AFP. (Rtr/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru