Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 21 April 2026

Oposisi dan AS Tolak Kekuasaan Militer di Burkina Faso

- Senin, 03 November 2014 13:13 WIB
242 view
Ougadougou (SIB)- Koalisi partai-partai oposisi Burkina Faso dan organisasi-organisasi masyarakat sipil menolak pengambilalihan kekuasaan oleh militer setelah pengunduran diri Presiden Blaise Compaore. Mereka mengatakan akan turun ke jalan-jalan dalam aksi protes pada Minggu (2/11) waktu setempat. Pemimpin Uni Afrika Nkosazana Dlamini-Zuma dalam pernyataannya, menyerukan transisi sipil dan mendesak militer untuk menahan diri dari tindakan atau pernyataan apapun yang dapat menyebabkan ketidakstabilan.

"Organisasi-organisasi oposisi politik dan masyarakat sipil menegaskan kembali bahwa kemenangan pemberontakan di tangan rakyat - dan akibatnya pengelolaan transisi - adalah milik rakyat dan tidak dengan cara apapun disita oleh pihak tentara," kata mereka dalam satu pernyataan. "Konsultasi kami menegaskan kembali bahwa transisi ini harus demokratis dan dalam karakter sipil," katanya.

Petinggi militer Burkina Faso Brigjen Pingrenoma Zagre mengumumkan penunjukan Letkol Isaac Zida sebagai pemimpin transisi. Militer berjanji akan menghormati keinginan rakyat untuk membentuk pemerintahan sipil.

Zida yang memegang kendali pasukan paling terlatih di Burkina Faso mendeklarasikan dirinya sebagai presiden melalui radio, pada Sabtu pagi, setelah sebelumnya Panglima Militer Jenderal Honore Traore juga mengumumkan dirinya akan memimpin pemerintahan transisi. Perebutan kekuasaan oleh militer itu kini memicu keresahan masyarakat Burkina Faso yang telah hampir tiga dekade dipimpin junta militer. Campaore berkuasa 27 tahun lalu melalui kudeta militer pada 1987.

Berdasarkan konstitusi, semestinya pemimpin Senat yang mengambil alih pemerintahan jika presiden nasional mengundurkan diri, untuk kemudian mempersiapkan pemilihan umum dalam waktu 60-90 hari setelah pengunduran diri.

Amerika Serikat mengutuk upaya militer Burkina Faso untuk memaksakan kehendak terhadap rakyatnya, dalam satu pernyataan Departemen Luar Negeri negara adidaya itu. "Kami menyerukan kepada militer untuk segera menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil."

"Kami mendesak kepemimpinan sipil untuk dibimbing oleh semangat konstitusi Burkina Faso dan untuk segera bergerak menuju pemilihan Presiden yang bebas dan adil," kata pernyataan yang disiarkan Sabtu malam. Ia menambahkan, "Kami menyesal hilangnya sejumlah nyawa pekan ini di Burkina Faso dan mengimbau semua pihak untuk menghindari kekerasan lebih lanjut."

Di lain pihak, penguasa lama Burkina Faso, Blaise Compaore, yang mengundurkan diri Jumat di tengah protes massal terhadap 27 tahun kekuasaannya, telah tiba di Pantai Gading tetangganya. Sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan jatidirinya, mengatakan bahwa Compaore berada di Assinie, sebuah resor pantai di sebelah timur ibu kota ekonomi Abidjan.

"Dia sudah di Assinie sejak pagi ini," kata salah satu sumber. "Dia tidak sendirian. Beberapa anggota keluarganya dengan dia. "Compaore telah mengundurkan diri pada Jumat di tengah protes massa terhadap usahanya untuk memperpanjang kekuasaannya yang telah berlangsung 27-tahun. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru