Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Bertahun-tahun Diculik Korut, Wanita Jepang Tewas Overdosis

* Berjalan Pincang, Kim Jong Un Akhirnya Muncul
- Sabtu, 08 November 2014 10:27 WIB
354 view
Pyongyang (SIB)- Megumi Yokota, wanita Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara (Korut) beberapa dekade lalu, dilaporkan tewas. Yokota disebut tewas karena overdosis obat. Dilaporkan surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo dan dilansir Reuters, Jumat (7/11), Yokota tewas akibat overdosis obat penenang dan obat tidur saat dirawat di fasilitas kejiwaan setempat.

Yokota diculik di sebuah pantai Jepang dalam perjalanan pulang dari sekolah pada tahun 1977, saat usianya masih 13 tahun. Otoritas Korut sebelumnya menyatakan bahwa Yokota tewas bunuh diri setelah mengalami gangguan mental.

Otoritas Jepang tidak mempercayai begitu saja pernyataan Korut tersebut. Korut lantas menunjukkan kerangka manusia yang diklaim sebagai jasad Yokota. Namun hasil tes DNA menunjukkan kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Dalam laporannya, surat kabar Dong-a Ilbo mengutip keterangan dua warga Korut yang menjadi staf rumah sakit tempat Yokota meninggal. Keterangan keduanya menyebut bahwa Yokota diberi obat penenang dan obat tidur melebihi dosis aman.

"Saat kematian pasien, terdapat bekas lebam biru di sekujur tubuhnya," ucap salah satu warga Korut tersebut. Ditambahkannya, tanda-tanda tersebut mengindikasikan pasien tewas akibat racun atau overdosis obat. Laporan Dong-a Ilbo juga menyebut, jasad Yokota dikuburkan begitu saja di dalam sebuah lubang, tanpa dimasukkan ke peti mati terlebih dulu. Yokota dikubur bersama sejumlah mayat lainnya.

Pada tahun 2002 lalu, otoritas Korut mengakui pihaknya menculik 13 warga Jepang untuk membantu melatih mata-mata. Kemudian sebanyak 5 orang di antaranya beserta keluarga mereka dipulangkan ke Jepang. Otoritas Jepang ingin mengetahui nasib 8 warganya yang masih diculik dan Korut menyebut mereka semua telah tewas. Berbagai upaya dilakukan otoritas Jepang untuk mendapat kejelasan soal warga mereka.

Salah satunya ketika pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe meringankan sanksi terhadap Korut pada Juli lalu. Ini sebagai balasan atas dibukanya kembali penyelidikan kasus warga Jepang yang diculik Korut tahun 1970-an dan 1980-an.

Berjalan Pincang

Sempat terlihat berjalan dengan menggunakan tongkat setelah sebulan menghilang, pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un baru-baru ini berjalan tanpa alat bantu. Namun Jong Un terlihat sedikit pincang saat berjalan.

Dalam rekaman tayangan media nasional Korut, Chosun Chungang TV yang disiarkan Kamis (6/11) malam waktu setempat, Jong Un terlihat menghadiri rapat dengan jajaran petinggi militer di Pyongyang. Disebutkan rapat digelar pada Senin (3/11) dan Selasa (4/11). Pertengahan Oktober lalu, Jong Un muncul di hadapan publik setelah sebulan lebih menghilang. Saat itu, dia berjalan menggunakan tongkat sebagai alat bantu.

Dalam tayangan Chosun Chungang TV kemarin, terlihat Jong Un sedikit pincang ketika berjalan melewati kerumunan tentara, saat hendak berfoto bersama. Tidak terlihat jelas bagaimana kondisi kaki Jong Un dalam tayangan tersebut.

Beberapa waktu lalu, intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa Jong Un menjalani operasi pada pergelangan kaki bagian kiri. Disebutkan ada benjolan pada pergelangan kaki Jong Un yang memicu komplikasi. Tayangan Chosun Chungang TV ini muncul selang sehari setelah surat kabar ternama Korut, Rodong Sinmun menampilkan foto Jong Un yang berjalan tanpa tongkat.

Selama ini, Jong Un dikenal sebagai sosok yang sangat gemar tampil di depan publik. Berbagai aktivitasnya ditampilkan dan diulas oleh media-media Korut. Ketika dia tiba-tiba menghilang sejak awal September lalu, berbagai rumor dan spekulasi pun muncul. Ada yang menyebut Jong Un mengalami masalah kesehatan serius, hingga ada yang menduga dia telah dikudeta. (Detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru