Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Perangi ISIS, Obama Kirim Tambahan 1.500 Tentara ke Irak

- Minggu, 09 November 2014 18:13 WIB
370 view
Washington (SIB)- Kelompok radikal ISIS terus merajalela. Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun mengumumkan rencana untuk mengirimkan pasukan tambahan ke Irak sebanyak 1.500 personel. Pasukan ini dikerahkan untuk membantu pasukan pemerintah Irak memerangi kelompok radikal ISIS.

Dengan tambahan pasukan ini berarti jumlah pasukan AS yang berada di Irak akan mencapai sekitar 3 ribu personel. Gedung Putih menyatakan, pengiriman pasukan tambahan tersebut merupakan bagian dari strategi AS untuk membantu pemerintah Irak dalam menghadapi kelompok ISIS.

Namun disampaikan bahwa pasukan tersebut hanya akan memegang peran non-tempur. Pasukan AS tersebut akan melatih dan memberikan nasihat-nasihat pada pasukan pemerintah Irak dan pasukan Kurdi dalam menghadapi militan ISIS. "Mereka tidak akan diterjunkan ke medan perang," ujar seorang pejabat pemerintahan senior AS kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/11)

Pasukan tambahan ini akan tetap melakukan misi yang sama yang telah dijabarkan sejak awal.

Yakni, membantu pasukan Irak di darat, yang didukung dengan pesawat-pesawat perang koalisi di udara. "Misinya sama sekali tidak berubah bagi seluruh anggota militer kami," ujar pejabat AS yang tidak disebutkan namanya itu. "Kami menambah personel agar bisa lebih baik lagi melakukan misi tersebut," imbuhnya.

Di antara 1.500 personel militer tersebut, termasuk para penasihat untuk membantu pasukan Irak merencanakan operasi. Termasuk pula sekelompok pelatih militer yang akan ditempatkan di beberapa wilayah Irak.

Saat ini, dilaporkan ada 1.400 tentara AS yang bertugas di Irak. Mereka terbagi atas 600 penasihat militer di Baghdad dan Arbil dan 800 tentara untuk menjaga kedutaan besar AS dan Bandara Baghdad. Sebelumnya, Obama telah menerjunkan 1.600 tentara. Dengan penambahan pasukan terbaru ini, jumlah prajurit AS yang ditugaskan di Irak telah mencapai 3.100 orang.

Untuk mendanai pengerahan pasukan tambahan itu, Obama berencana meminta dana US$ 5,6 miliar dari Kongres AS, termasuk sekitar US$ 1,6 miliar untuk melatih dan mempersenjatai pasukan Irak. Pasukan tambahan baru akan dikirimkan ke Irak setelah Kongres menyetujui dana tersebut.

Sejumlah dana yang diajukan tersebut akan digunakan untuk operasi militer lanjutan, termasuk biaya pasokan amunisi baru. Duit triliun tersebut juga dipakai untuk pelatihan tentara Irak. Selain itu, dana tersebut juga diperuntukkan bagi sekitar 600 ahli militer yang bekerja sama dengan militer Irak dan pasukan Kurdi di Baghdad dan Arbil. Juga untuk sekitar 800 prajurit AS yang bertugas di Kedutaan Besar AS dan bandara di Baghdad.

Sementara itu setidaknya lima warga Malaysia yang telah ikut bergabung dengan kelompok radikal ISIS di Suriah, telah kembali ke tanah air mereka. Kepolisian Malaysia telah menangkap tiga dari kelima militan tersebut, termasuk Mohamad Fauzi, yang juga dikenal sebagai Abu Dayyan.

Sebelum kepulangannya ke Malaysia pada 27 Oktober, Fauzi telah pergi ke Suriah bersama warga Malaysia lainnya, yang dikenal sebagai Abu Naeem, yang disebut-sebut sebagai "komandan semua operasi" dalam video propaganda yang dirilis ISIS. Di antara kelima militan ISIS yang telah kembali ke Malaysia tersebut, dua orang lainnya belum diketahui keberadaannya. Namun menurut sumber, keduanya sudah berada dalam pengawasan kepolisian.

Otoritas Malaysia meyakini, jumlah militan Malaysia yang telah kembali dari Suriah pasti jauh lebih banyak. Sebabnya, kemungkinan banyak yang bisa lolos dari radar badan-badan penegakan hukum internasional. "Sulit bagi polisi untuk memastikan berapa banyak jumlah mereka yang telah kembali, karena kepergian mereka ke Suriah pun tak bisa ditelusuri sebagaimana mestinya," ujar sumber tersebut. Menurut angka resmi pemerintah Malaysia, sebanyak 39 warga negeri Jiran itu terlibat dalam militansi ISIS di Suriah. (Detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru