Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

PM Irak: Kedatangan Militer AS Sedikit Terlambat

* Rangkaian Ledakan Bom Tewaskan 33 Orang di Baghdad
- Senin, 10 November 2014 15:41 WIB
316 view
PM Irak: Kedatangan Militer AS Sedikit Terlambat
Baghdad (SIB)- PM Haidar al-Abadi mengatakan keputusan AS mengirim 1.500 personel tambahan untuk melatih tentara Irak sedikit terlambat. "Keputusan yang terlambat, tapi kami menyambut baik," demikian keterangan resmi kantor PM Irak.

Baghdad meminta tambahan militer AS untuk melatih dan mempersenjatai tentara Irak untuk melawan ISIS. Presiden AS Barrack Obama tidak langsung menjawab permintaan ini, karena harus berkonsultasi ke Kongres dan Pentagon. "AS dan koalisi setuju mengirim pelatih ke empat sampai lima kamp latihan yang dipilih, dan mulai mengirim pelatih," demikian pernyataan itu.

Personel tambahan mencakup sejumlah penasehat militer untuk membantu Irak menyusun rencana operasi, dan sekelompok pelatih yang akan disebar di hampir semua wilayah Irak. AS tidak ingin terlibat langsung dalam perang darat melawan ISIS, dan hanya bisa meningkatkan kemampuan militer Irak sebagai cara untuk menekan jihadis.

Obama juga meminta Kongres menggelontorkan dana tambahan sebesar 5 miliar dolar AS untuk membiayai pengiriman pelatih ke Irak. Obama juga berjanji semua pasukan yang dikirim tidak akan terlibat dalam pertempuran.

Tewaskan 33 Orang
Sementara itu, gelombang serangan bom mobil menghantam daerah mayoritas Syiah di Baghdad, menewaskan sedikitnya 33 orang, kata pejabat keamanan dan medis seperti dilansir dari AP, Minggu (9/11). Enam bom mobil, yang menghantam lima daerah yang berbeda di ibu kota Irak, juga melukai lebih dari 100 orang. Serangan tunggal paling mematikan berada di Jalan Sinaa di kota pusat Distrik Karrada, dan menewaskan sedikitnya 10 orang.

Dua bom mobil juga melanda wilayah Amil Baghdad selatan, dan masing-masing meledak di Ameen di timur, Zafraniyah di pusat dan Sadr City di utara.

Baghdad dilanda pemboman dan penembakan hampir setiap hari, beberapa di antaranya telah diklaim oleh kelompok garis keras Negara Islam (IS), yang telah membanjiri besar bagian-bagian negara sejak Juni.

IS dan kelompok-kelompok ekstremis Sunni lainnya menganggap Syiah sebagai bidah dan sering menjadi target mereka. Pejuang jihad telah membuat kemajuan besar untuk bahkan mencoba menduduki bagian dari ibu kota Irak, tetapi pasukan keamanan tidak dapat menjaga mereka dari melakukan serangan bom.

Surati Pemimpin Spiritual
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dilaporkan telah menulis surat rahasia kepada pemimpin spiritual Iran menyatakan perhatian yang sama dalam mengatasi kelompok yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Surat yang dilaporkan harian The Wall Street Journal itu juga mendesak Ayatollah Ali Khamenei untuk menyepakati persetujuan nuklir.

Presiden AS menekankan kerja sama dalam memerangi ISIS merupakan faktor yang penting bagi Iran terkait dengan memenuhi batas waktu diplomatik tanggal 24 November. Gedung Putih menolak mengomentari pernyataan "surat menyurat pribadi" Obama.

Tetapi senator Republik John McCain dan Lindsey Graham mengatakan adalah "keterlaluan" bagi presiden menghubungi Iran, mengingat Teheran mendukung pemerintah Syiah dan kelompok Syiah seperti Hezbollah Lebanon. "Pemerintah perlu memahami rezim Iran ini lebih tertarik memperlemah Amerika Serikat dan mengusir kita keluar Timur Tengah, bukannya bekerja sama," demikian isi pernyataan bersama mereka. Mereka menambahkan tawar menawar ini akan merusak kesempatan terakhir Suriah untuk bebas dari rezim brutal Assad. (Ant/BBC/In.c/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru