Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

ISIS Segera Punya Mata Uang Resmi

* AS: Mustahil Kalahkan ISIS Tanpa Gulingkan Presiden Suriah
- Jumat, 14 November 2014 10:53 WIB
357 view
BAGHDAD (SIB)- Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan mulai memperkenalkan mata uangnya sebagai upaya untuk mempertegas kendali terhadap wilayah yang diproklamasikan sebagai satu kekhalifahan. ISIS, seperti dilansir dari Associated Press, Kamis (13/11) dikabarkan akan menggunakan dinar sebagai alat tukar yang sah di wilayah yang dikuasainya. Dinar, sebagai mata uang, digunakan di Semenanjung Arab pada masa-masa awal perkembangan Islam sekitar 634 M. Sejumlah laporan menyebut, para pemimpin ISIS ingin menggunakan uang emas dan perak di wilayah yang dikuasainya saat ini. Dalam beberapa pekan mendatang, ISIS akan mengganti lira dan dinar yang saat ini digunakan sebagai mata uang dengan uang dinar emas dan dirham perak.

Keinginan memiliki mata uang sendiri ini terkait sejumlah laporan yang menyebut ISIS setidaknya menangguk keuntungan minimal 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 12 miliar sehari dari pasar gelap minyak mentah saja. ISIS juga menerima donasi dari para pendukungnya yang kaya selain juga melakukan cara lain untuk mendapatkan uang, seperti merampok bank di kota yang mereka duduki.

Mustahil

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menginginkan para penasihatnya meninjau kembali kebijakan pemerintah soal Suriah. Ini dilakukan setelah dipastikan bahwa mustahil mengalahkan kelompok radikal ISIS tanpa menggulingkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Demikian disampaikan pejabat-pejabat senior AS seperti dikutip CNN dan dilansir Reuters, Kamis (13/11).

Disebutkan bahwa, tim keamanan nasional AS telah menggelar empat pertemuan dalam sepekan terakhir. Rangkaian pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas bagaimana strategi AS soal Suriah bisa sejalan dengan kampanye memerangi ISIS. "Presiden telah meminta kami untuk melihat kembali bagaimana ini bisa sejalan," ujar seorang pejabat senior AS. "Masalah Suriah yang berkepanjangan kini ditambah dengan realitas bahwa untuk bisa mengalahkan ISIL, kami bukan cuma butuh kekalahan (ISIS) di Irak, namun juga kekalahan di Suriah," imbuhnya. ISIL atau IS merupakan nama lain ISIS.

Terkait masalah Suriah, pejabat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menyatakan kepada Reuters, pemerintah AS tetap memandang perlu lengsernya Assad dari kursi kepresidenan. "Strategi yang berkaitan dengan Suriah belum berubah," tegasnya seraya menambahkan bahwa Assad telah kehilangan legitimasinya. "Selain upaya-upaya kami untuk mengisolasi dan menjatuhkan sanksi pada rezim Assad, kami juga bekerjasama dengan sekutu-sekutu kami untuk memperkuat oposisi moderat," tandasnya.(AP/R16/Rtr/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru