Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Presiden Ukraina Tetap Bertugas Meski Dituntut Mundur

- Selasa, 04 Februari 2014 12:55 WIB
285 view
 Presiden Ukraina Tetap Bertugas Meski Dituntut Mundur
Kiev (SIB)- Presiden Ukraina Viktor Yanukovych kembali bekerja pada hari Senin (3/2) setelah empat hari absen karena sakit. Pengunjuk rasa masih menuntut dia menyerahkan kekuasaan. Krisis politik terus berlanjut tanpa kehadirannya, ribuan orang juga masih memenuhi jalan-jalan ibukota Kiev untuk berunjuk rasa. Sementara itu, pemimpin oposisi Dmytro Bulatov tiba di Lithuania untuk perawatan medis. Bulatov muncul di TV pekan lalu mengatakan ia diculik dan disiksa.

Presiden Yanukovych belum terlihat di depan umum sejak Rabu (29/01) lalu. Kantor kepresidenan mengatakan ia demam dan mengalami masalah pernapasan, tetapi telah merasa lebih baik dan akan kembali bekerja. Para pemimpin oposisi sebelumnya menyatakan keraguan tentang penyakitnya -pada hari Minggu (02/02) mereka kembali meminta dia untuk mundur ketika berbicara kepada kerumunan pengunjuk rasa di lapangan Maidan di Kiev.

Ribuan orang saat ini masih berkumpul di alun-alun yang telah menjadi titik fokus bagi oposisi. Untuk menenangkan massa, Yanukovych telah menawarkan sejumlah konsesi dan kabinetnya berhenti dari pekerjaan mereka. Tapi para demonstran yang kebanyakan menginginkan hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa daripada Rusia belum juga bisa ditenangkan. Bulatov tiba di Vilnius, Lithuania, pada pagi dini hari Senin dan langsung dibawa ke rumah sakit, demikian laporan dari Baltic News Service. Dia hilang pada tanggal 22 Januari dan kembali muncul delapan hari kemudian di pinggiran Kiev. Lithuania telah berjanji untuk mengobati pengunjuk rasa terluka dalam krisis ini.

Demonstran Lamar Kekasih di Tengah Unjuk Rasa

Di tengah unjuk rasa dan barikade polisi, seorang demonstran Ukraina melamar kekasihnya yang juga ikut dalam unjuk rasa. Mengenakan penutup wajah balaclava lengkap dengan helm militer dan jaket anti-peluru, pemuda ini berlutut di hadapan kekasihnya di antara para demonstran yang berkumpul di alun-alun Kiev, Ukraina. Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (3/2), pemuda ini merupakan aktivis dari kelompok oposisi radikal bernama Right Sector. Pada Sabtu (1/2) malam, dia menelepon kekasihnya dan memintanya ikut dengannya dalam unjuk rasa di Kiev.

Hubungan pemuda ini dengan kekasihnya sudah berjalan selama 18 bulan terakhir. Berdiri dekat dengan barikade polisi anti-kerusuhan, pemuda ini mengeluarkan kotak kecil berwarna merah yang berisi cincin. Dengan cincin tersebut, dia kemudian melamar kekasihnya. Dipenuhi emosi, wanita muda tersebut menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan mencium calon suaminya, sebagai tanda menerima lamaran tersebut.

Puluhan demonstran menyambut hal ini dengan sorakan gembira. Bahkan mereka menyalakan kembang api dan lampu suar merah sebagai perayaan. "Saya kehabisan kata-kata, sangat senang!" tutur pemuda yang enggan menyebut namanya dengan alasan takut ditangkap. "Saya telah sejak lama ingin melakukan hal ini, tapi sayangnya - atau untungnya - revolusi terjadi, jadi saya memutuskan untuk melakukannya di sini," imbuhnya.

Pemuda ini memilih lokasi lamaran di sebuah jalan dekat Independece Square yang ada di Kiev, yang juga menjadi lokasi bentrokan bulan lalu. Dalam dua bulan terakhir, kelompok oposisi Ukraina menggelar unjuk rasa melawan pemerintah di alun-alun tersebut. Unjuk rasa ini berkaitan dengan keputusan pemerintah Ukraina untuk menghentikan pakta penting dengan Uni Eropa. Kelompok oposisi setempat menyerukan mediasi internasional dalam hal ini dan adanya bantuan keuangan dari negara-negara Barat. (BBC/SMH/dtc)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru