Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 April 2026

Polisi Serbu Masjid di Kenya, 1 Orang Tewas

- Selasa, 04 Februari 2014 13:06 WIB
292 view
Polisi Serbu Masjid di Kenya, 1 Orang Tewas
SIB/int
Ilustrasi
Mombasa (SIB)- Sedikitnya satu orang tewas dan seorang polisi terluka parah Minggu ketika aparat kepolisian menyerbu sebuah masjid di Kenya dan menangkap lebih dari 100 orang, kata seorang kepala kepolisian setempat.

Polisi mengatakan, mereka menyerbu Masjid Mussa di kota pesisir Mombasa karena "kaum muda dididik menjadi radikal di tempat ibadah itu".

Polisi Kenya pada masa silam mengaitkan masjid itu dengan rekrutmen untuk kelompok Al-Shabaab Somalia.

"Kami menerima informasi bahwa ada konvensi jihad di dalam masjid itu dan pada saat itu lah kami bergerak masuk," kata kepala kepolisian setempat Robert Kitur.

"Mereka menjadi beringas dan menyerang aparat kami namun kami berhasil menangkap lebih dari 100 orang yang akan dikenai tuduhan besok," katanya, tanpa penjelasan terinci lebih lanjut.

Orang-orang yang membawa jasad pemuda yang tewas mengatakan, korban ditembak oleh polisi. Kitur mengkonfirmasi bahwa satu orang tewas namun ia menolak menyebutkan bagaimana kondisinya.

Banyak Muslim di daerah miskin Mombasa merasa dipinggirkan oleh pemerintah Nairobi yang didominasi orang Kristen, dan penumpasan terhadap perekrutan jaringan militan Muslim di kota wisata itu telah mengobarkan kebencian.

Orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati dua pengkhutbah garis keras yang terkait dengan Masjid Mussa dalam 18 bulan terakhir. Kedua ulama itu menyerukan bahwa sudah waktunya melakukan kekacauan.

Muslim di masjid itu menuduh pihak berwenang mendalangi pembunuhan tersebut, namun tuduhan itu dibantah oleh pemerintah.

Kenya, yang menjadi tempat tinggal banyak warga Somalia, dilanda gelombang serangan, terutama di Nairobi dan kota pelabuhan Mombasa, serta Garissa, setelah pasukan negara itu memasuki Somalia pada Oktober 2011 untuk menumpas kelompok gerilya garis keras Al-Shabaab, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas penculikan dan serangan bom di dalam wilayah Kenya. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru