Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

Tentara Bayaran Pimpinan Wagner 'Memberontak' Melawan Rusia

Redaksi - Sabtu, 24 Juni 2023 16:23 WIB
502 view
Tentara Bayaran Pimpinan Wagner 'Memberontak' Melawan Rusia
Foto: AP Photo/Alexandr Kulikov
Ilustrasi 
Moskow (harianSIB.com)

Pemberontakan bersenjata oleh tentara bayaran Wagner membuat Presiden Rusia Vladimir Putin murka. Putin menyebut pemberontakan yang dipimpin bos Wagner, Yevgeny Prigozhin itu sebagai "tikaman dari belakang" dan bersumpah akan menghukum mereka yang memberontak.

"Ini adalah tikaman dari belakang bagi negara kita, bangsa kita," kata Putin dalam pidatonya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/6/2023).

"Apa yang kita hadapi sebenarnya adalah pengkhianatan. Ambisi dan kepentingan pribadi yang berlebihan menyebabkan pengkhianatan," cetus Putin mengacu pada Prigozhin.

"Semua orang yang secara sadar berada di jalur pengkhianatan, yang mempersiapkan pemberontakan bersenjata, berdiri di jalur pemerasan dan metode teroris, akan menderita hukuman yang tak terhindarkan, di hadapan hukum dan di hadapan rakyat kita," tegas pemimpin Rusia itu, seperti dikutip detikcom.

Putin menyebut upaya kelompok militer Wagner untuk menggulingkan para petinggi negara itu sebagai "ancaman mematikan" bagi Rusia dan mendesak negara itu untuk bersatu.

"Setiap gejolak internal merupakan ancaman mematikan bagi kenegaraan kita dan kita sebagai bangsa. Ini merupakan pukulan bagi Rusia dan rakyat kita," kata Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi.

"Pertempuran ini, ketika nasib orang-orang kita sedang dipertaruhkan, membutuhkan penyatuan semua kekuatan dan persatuan," imbuh Putin.

Sebelumnya, Prigozhin telah mengumumkan untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia, yang dituduhnya telah memerintahkan serangan rudal yang menewaskan anak buahnya.

Prigozhin menuduh Kepala Staf Umum Militer Rusia Valery Gerasimov memerintahkan serangan terhadap unit-unitnya, padahal mereka bergerak di antara kendaraan-kendaraan sipil. Serangan itu disebutnya telah menewaskan sekitar 2 ribu anak buahnya.

Pasukan Wagner yang selama ini telah memimpin serangan di Ukraina timur, kini telah memasuki wilayah Rostov, Rusia selatan. Prigozhin mengatakan bahwa pasukannya kini menguasai markas militer Rusia di Rostov.(detikcom)





Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru