Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

PBB Berlakukan Status Darurat Banjir di Gaza

* Israel Gagalkan Rencana Serangan Hamas di Yerusalem
- Sabtu, 29 November 2014 15:41 WIB
242 view
Gaza City (SIB)- PBB menyatakan status darurat di Gaza karena hujan deras yang memicu banjir. Situasi semakin memprihatinkan karena sebagian besar warga Gaza kehilangan tempat tinggal dan tinggal di pengungsian pasca gempuran Israel.

UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) yang merupakan badan PBB untuk pengungsi Palestina mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. "Ratusan warga berada di daerah rawan banjir sekitar Sheikh Radwan, telah dievakuasi dari rumah mereka," terang UNRWA merujuk pada distrik bagian utara di Gaza, seperti dilansir AFP, Jumat (28/11).

Sekitar 100 ribu warga Palestina masih kehilangan tempat tinggal, sekitar tiga bulan setelah gencatan senjata disepakati antara Israel dan Hamas. Proses rekonstruksi yang direncanakan di Gaza, tidak kunjung dimulai. Dilaporkan media AS, The Washington Post, ribuan orang di Gaza masih tidur di ruang-ruang kelas di gedung sekolah setempat dan mengungsi di tengah reruntuhan rumah mereka sendiri.

Belum ada laporan korban jiwa akibat banjir di Gaza ini. UNRWA menyebut pihaknya mengirimkan bantuan bahan bakar, air bersih, fasilitas kesehatan dan sanitasi ke wilayah Gaza yang dilanda banjir.

Satu sekolah yang dikelola UNRWA dan sebuah UNRWA Collective Centre di Gaza City ikut terkena banjir.

Sebanyak 63 sekolah di wilayah Gaza City terpaksa ditutup, sehingga 65 ribu siswanya tidak bisa bersekolah.

Sebanyak 43 sekolah lainnya di wilayah Gaza bagian utara juga ditutup akibat banjir. "Sangat prihatin dengan cuaca buruk seperti ini setelah terjadi kerusakan dan kehancuran (akibat perang)," ucap Direktur Operasional UNRWA di Gaza, Robert Turner.
Gagalkan Serangan

Otoritas Israel mengklaim berhasil mengagalkan rencana Hamas untuk menyerang stadion bola terbesar di Yerusalem. Namun Hamas mengaku tak tahu menahu soal rencana serangan yang disebut Israel.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/11), dinas keamanan Israel Shin Bet menyatakan telah menangkap 30 anggota Hamas pada September lalu. Beberapa orang di antaranya mendapat pelatihan senjata dan bahan peledak dari Hamas di Yordania dan Jalur Gaza.

Anggota Hamas yang ditangkap, menurut Shin Bet, merencanakan serangan terhadap sejumlah target Israel, termasuk terhadap stadion sepak bola Teddy dan jalur kereta di Yerusalem. Shin Bet menyebut, perencanaan awal dilakukan oleh pejabat Hamas di Turki. Menanggapi hal ini, juru bicara Hamas di Jalur Gaza mengaku tak memahami rencana serangan yang disebutkan otoritas Israel.

Menurut Hamas, tudingan ini hanya dibuat-buat oleh Israel. "Kami tidak memiliki informasi soal klaim Israel ini ... Jelas-jelas Israel ingin menciptakan kisah baru demi mengalihkan perhatian dunia dari eskalasi (konflik) di Yerusalem," sebut juru bicara Hamas.

Serangkaian aksi kekerasan terjadi di wilayah Yerusalem dalam beberapa minggu terakhir, di tengah ketegangan ketegangan terkait kawasan suci yang menjadi lokasi berdirinya Masjid Al-Aqsa dan kuil Yahudi. Sedikitnya 11 warga Israel, termasuk empat rabbi Yahudi dan seorang polisi tewas karena ditusuk dan ditembak warga Palestina dalam serangan brutal di sebuah sinagoge di Yerusalem. Sedangkan 12 warga Palestina tewas dalam serangkaian insiden, termasuk beberapa di antaranya pelaku serangan terhadap warga Israel. (Rtr/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru