Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Badai Supercell Sapu Brisbane, 39 Orang Luka-luka

- Sabtu, 29 November 2014 15:48 WIB
212 view
Brisbane (SIB)- Pesawat terguling dan atap terkoyak akibat badai supercell yang menerjang pantai timur Australia. Badai ini tercatat sebagai salah satu badai terparah yang pernah melanda Australia. Badai ini juga tercatat sebagai badai terkuat yang pernah melanda kota Brisbane dalam tiga dekade terakhir. Supercell merupakan badai yang ditandai dengan keberadaan mesocyclone, semacam pusaran angin yang dalam dan terus-menerus berputar.

Seperti dilansir AFP, Jumat (28/11), memicu hujan es hingga sebesar bola tenis yang jatuh di atas mobil-mobil dan bangunan setempat. Badai ini juga memicu banjir di jalanan Brisbane dan melukai sekitar 39 orang. Dengan kecepatan angin mencapai 140 kilometer per jam, badai ini menumbangkan pepohonan dan memutuskan aliran listrik di kawasan permukiman setempat.

Salah satu adegan dramatis terjadi ketika sedikitnya 4 pesawat kecil terguling akibat badai ini di Bandara Archerfield, yang berjarak 11 kilometer dari kawasan bisnis Brisbane. "Tampak seperti kiamat," ucap salah satu warga setempat yang atap gedung apartemennya terkoyak dan terbang terbawa angin kencang.

Premier negara bagian Queensland, Campbell Newman, menyebut badai ini sebagai badai terbesar yang pernah melanda kota Brisbane sejak tahun 1985 silam.

 Sejauh ini, tidak ada laporan korban luka serius akibat badai ini. "Badai yang sangat parah, namun syukurlah tidak ada yang luka serius atau lebih parah," tutur Newman kepada ABC radio.

Sedikitnya 500 kabel listrik rusak dan terputus akibat badai ini hingga Jumat (28/11) pagi.

Akibatnya, aliran listrik ke sekitar 65 ribu rumah warga dan gedung bisnis setempat, terputus hingga kini. Puluhan sekolah setempat ditutup akibat badai ini.

Ratusan tentara dari Emergency Support Force membantu warga memindahkan pohon tumbang dan puing-puing bekas badai dari jalanan kota Brisbane. (AFP/dtc/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru