Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Irak Bantah Penangkapan Istri Pemimpin ISIS

* Tolak Gabung AS, Iran Gempur ISIS Sendirian di Irak Timur
- Kamis, 04 Desember 2014 10:55 WIB
295 view
Baghdad (SIB)- Kementerian Dalam Negeri Irak mengatakan bahwa wanita yang ditahan oleh otoritas Lebanon bukan istri dari pemimpin tertinggi ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, tapi saudara dari seorang pelaku pengeboman di Irak. "Wanita yang ditahan otoritas Lebanon adalah Saja Abdul Hamid al-Dulaimi, saudara perempuan Omar Abdul Hamid al-Dulaimi, yang ditahan oleh otoritas Irak dan dihukum mati," kata Juru bicara Kemendagri Irak, Brigjen Saad Maan kepada Reuters, Rabu (3/12). Dia menambahkan, istri al-Baghdadi adalah Asmaa Fawzi Mohammed al-Dulaimi dan Esra Rajab Mahel al-Qaisi. "Tidak ada istrinya yang bernama Saja al-Dulaimi," ucapnya.

Kabar penahanan istri al-Baghdadi dilaporkan media Lebanon. Disebutkan bahwa wanita itu ditangkap di utara Lebanon, saat melakukan perjalanan dari Suriah, dan berusaha masuk ke Lebanon menggunakan paspor palsu. Pejabat keamanan Lebanon menyebutkan, Saja melakukan perjalanan dengan salah satu putrinya.

Sebuah curriculum vitae (CV) al-Baghdadi yang dirilis pendukung ISIS di media sosial, Juli lalu, menyebut al-Baghdadi telah menikah tapi tidak memberikan penjelasan lengkap. Tidak jelas berapa banyak istri yang dimilikinya. Otoritas Lebanon juga mengatakan turut menangkap istri pemimpin senior Nusra Front, Anas Shirkas, tapi tidak disebutkan namanya. Foto istri al-Baghdadi saat ini beredar di internet, bersama dengan rekaman video.

Rekaman memperlihatkan pembebasan Saja dari penjara Suriah. Identitasnya pertama kali diungkap oleh Abu Maan al-Suri, seorang anggota Nusra Front yang mengatakan bahwa istri al-Baghdadi berada di antara tahanan wanita yang dibebaskan.

Menurut al-Suri, Saja ditahan bersama dengan dua putra dan adik lelakinya. Latar belakang Saja tidak banyak diketahui, namun suami pertamanya adalah orang Irak bernama Fallah Ismail Jassem, yang tewas ditembak tentara Irak di Anbar, pada 2010.

Sebuah laporan menyebut Saja pernah bekerja sebagai penata rambut, sementara laporan lainnya mengatakan dia adalah penjahir di Anbar. Seluruh keluarganya mendukung ISIS, termasuk ayahnya Ibrahim Dulaimi, yang menjadi emir ISIS di Suriah.

Ibrahim tewas pada September 2013, saat penyerangan ISIS ke pangkalan militer Suriah di Deir Attiyeh. Sementara saudara perempuan Saja, yang bernama Duaa, diyakini menjadi pelaku serangan bunuh diri pada acara pertemuan Kurdi di Arbil.

Gempur ISIS Sendirian

Setelah menolak ajakan Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sama melenyapkan kelompok ISIS, Iran dikabarkan sudah turun tangan mengirimkan bantuan. Kabar yang beredar, negara itu telah melakukan serangan di Irak timur selama beberapa hari terakhir.

Sebab pihak AS yang selama ini membantu menggempur ISIS tak merasa menyerang kelompok tersebut, saat terjadi beberapa ledakan di Irak Timur. "Amerika melakukan serangan udara sendiri di Irak, tak berkoordinasi dengan Iran," ujar Laksamana John Kirby seperti dikutip dari BBC, Rabu (3/12).

Laksamana Kirby juga menuturkan, jet F-4 Phantom buatan Amerika dari angkatan udara Iran telah menargetkan ISIS di Provinsi Diyala, Irak Timur. "Kami memiliki indikasi bahwa mereka (Iran) memang terbang melakukan serangan udara dengan F-4 Phantom beberapa hari terakhir," ucap Kirby.

Menurut Kirby, adalah hak Irak untuk mengawasi dan mengkoordinasikan penerbangan dengan negara-negara yang berbeda di wilayah udaranya. "Kami terbang dalam misi di Irak, kami berkoordinasi dengan pemerintah Irak. Jadi terserah pemerintah Irak terkait wilayah udaranya," jelas Kirby. "Tidak ada yang berubah tentang kebijakan kami tidak koordinasi aktivitas militer dengan Iran," tambah dia.

Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Massoud Jazayeri juga membantah ada kerja sama dengan pihak AS. "Iran menganggap AS bertanggung jawab atas kerusuhan dan masalah di Irak. AS pasti tidak memiliki tempat di masa depan di negara itu," papar Jazayeri.

Pemerintah Syiah-Iran memiliki hubungan dekat dengan pimpinan Syiah-Irak, yang sama-sama berjuang melawan ISIS. Karena militan itu telah menguasai sejumlah bagian wilayah di Suriah timur dan Irak utara serta barat.

Analis militer mengatakan, awal tahun ini Iran memasok Irak dengan jet tempur Sukhoi Su-25 untuk membantu memerangi ISIS. Milisi Syiah yang juga dilatih dan didanai oleh Iran juga dikirim ke Irak, untuk membantu pejuang Kurdi melawan ISIS.

Koalisi pimpinan AS telah meluncurkan ratusan serangan udara terhadap IS sejak Agustus. Negeri pimpinan Barack Obama itu juga menyatakan mereka tak ada hubungan dengan Iran. Menyebut negara itu tak pantas bergabung, meski melawan musuh yang sama -- ISIS.

Sejak revolusi Islam pada tahun 1979, Amerika Serikat dan Iran memiliki hubungan yang buruk. Negara itu kemudian memutuskan hubungan pada tahun berikutnya, setelah mahasiswa Iran menduduki kedutaan besar AS di Teheran dan menyandera 52 orang warga negaranya. (BBC/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru