Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026
Polisi Pencekik Mati Pria Kulit Hitam Tak Diadili

New York Dilanda Demonstrasi Rasis

- Jumat, 05 Desember 2014 11:51 WIB
305 view
 New York Dilanda Demonstrasi Rasis
Sib/ AP Photo/Seth Wenig
Sejumlah warga berunjukrasa di Times Square di New York, Rabu (3/12), mengecam keputusan pengadilan yang memutuskan tidak akan mengadili polisi yang mencekik seorang pria kulit hitam hingga tewas.
New York (SIB)- Ribuan orang berunjuk rasa di jalanan Manhattan, New York, Amerika Serikat dan memblokir lalu lintas. Mereka marah atas putusan juri pengadilan setempat yang tidak akan mengadili polisi yang mencekik pria kulit hitam hingga tewas.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (4/12), unjuk rasa besar-besaran terjadi di kawasan-kawasan ramai orang, seperti Grand Central Terminal, Times Square dan dekat Rockefeller Center pada Rabu (3/12) waktu setempat, setelah diumumkan tidak ada pidana yang akan dijeratkan kepada polisi Daniel Pantaleo atas tewasnya Eric Garner pada Juli lalu. “Tiada keadilan, tiada perdamaian,” seru demonstran. Kemudian di stasiun kereta Grand Central, sekitar 50 demonstran berbaring berpura-pura meninggal.

Garner yang berusia 43 tahun ini, diamankan polisi kerena menjual rokok secara ilegal di pinggir jalan. Polisi Pantaleo mendekatinya dari belakang dan melumpuhkannya ke tanah dengan bantuan polisi lainnya. Menurut polisi, Garner melakukan perlawanan saat diamankan.

Awalnya, petugas forensik setempat menyatakan penyebab kematiannya akibat pembunuhan. Menurut laporan forensik, polisi membunuh Garner dengan menekan leher dan dadanya. Namun ditambahkan juga bahwa masalah kesehatan Garner, termasuk asma dan obesitas juga ikut memicu kematian Garner.

Pengacara Pantaleo berargumen kliennya menggunakan gerakan yang dilatih Kepolisian New York, bukan cekikan yang dilarang dalam aturan kepolisian. Namun, putri Garner, Erica Snipes, mengaku berang dengan kematian ayahnya. Para demonstran menuntut keadilan setelah Eric Garner meninggal dunia. “Dalam video itu Anda bisa melihat tindakan paling keji yang bisa dilakukan seseorang terhadap orang lain. Itu tidak benar,” ujarnya.

Entah bagaimana, hasil keputusan juri pengadilan setempat setelah memeriksa sejumlah bukti dan keterangan saksi mata termasuk Pantaleo, mereka menyatakan tidak akan mengadili Pantaleo. Hal ini jelas memicu kekecewaan publik dan mengingatkan akan kasus yang sama di Ferguson, Missouri.

Pantaleo telah meminta maaf kepada pihak keluarga Garner. “Bukan niatan saya untuk menyakiti siapa pun dan saya merasa sedih atas kematian Garner,” demikian pernyataan Pantaleo. “Saya dan keluarga mengirim doa untuknya. Saya berharap keluarga korban mau menerima permintaan maaf saya atas kehilangan mereka,” sambungnya.

Seusai keputusan dewan juri dibacakan, Jaksa Agung Eric Holder mengumumkan akan melangsungkan investigasi federal untuk meninjau apakah ada pelanggaran hak-hak sipil dalam kasus kematian Garner. Departemen Kehakiman akan menggelar “tinjauan lengkap” berdasarkan materi yang dikumpulkan dalam penyelidikan. Demikian Holder. Holder juga mendesak warga yang berunjuk rasa menentang keputusan dewan juri untuk menahan diri dan bersikap damai.

Kendati demikian, unjuk rasa yang terjadi di kawasan New York mayoritas berlangsung damai, meskipun ada sekitar 30 orang yang ditangkap pada Rabu (3/12) malam waktu setempat. Polisi yang berjaga di sekitar lokasi demo membiarkan demonstran menyampaikan pandangan mereka. Para demonstran berdesakan dengan pengunjung dan turis lain di tengah keramaian New York menjelang perayaan Natal. Aksi ini berdampak pada terganggunya arus lalu lintas di kawasan New York. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru