Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Sandera AS Tewas, Warga Swiss Selamat dari Operasi Pembebasan

- Minggu, 07 Desember 2014 17:46 WIB
295 view
Sanaaa (SIB)- Militer Yaman dan Amerika Serikat melancarkan operasi gabungan untuk membebaskan seorang warga AS yang disandera kelompok Al-Qaeda. Namun sayang, sandera AS tewas dalam operasi pembebasan tersebut. Jurnalis AS bernama Luke Somers tewas dalam operasi yang digelar di Shabwa, Yaman selatan, ungkap seorang pejabat senior kantor kepresidenan Yaman seperti dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (6/12).

Dikatakan pejabat tersebut, semula diyakini bahwa Somers telah berhasil bebas, namun kemudian diketahui bahwa jurnalis tersebut telah tewas. Namun belum ada keterangan lebih detail mengenai tewasnya warga AS tersebut.

Kementerian Pertahanan Yaman menyebutkan, operasi pembebasan sandera tersebut terjadi di wilayah Wadi Abdan Al Daqqar, provinsi Shabwa, Yaman selatan. Target operasi adalah kelompok Al-Qaeda lokal yang dipimpin oleh Mubarak al-Harad. Menurut sumber keamanan seperti dikutip Reuters, operasi itu mencakup serangan udara yang dilancarkan militer Yaman dan AS.

Pada Kamis, 4 Desember lalu, pemerintah AS menyatakan bahwa bulan lalu telah melakukan upaya untuk membebaskan Somers yang diculik di Sanaa, Yaman pada September 2013 lalu. Namun upaya pembebasan itu gagal.

Sebuah video yang diposting kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) pada Rabu, 3 Desember lalu. Dalam video itu, kelompok tersebut memperlihatkan Somers dan mengancam akan membunuhnya jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sementara itu seorang warga Swiss yang diculik para militan di Filipina selatan hampir tiga tahun lalu, akhirnya berhasil bebas. Pria itu selamat usai baku tembak antara para tentara Filipina dan kelompok penculiknya. Pria bernama Lorenzo Vinciguerra tersebut kabur dari para militan Abu Sayyaf saat terjadi kontak senjata dengan tentara di pulau terpencil, Jolo, Filipina selatan. Pria Swiss itu kemudian dibawa oleh para tentara. "Dia mendapat kesempatan untuk kabur karena kontak senjata yang berlangsung dengan pasukan kami," kata juru bicara militer Filipina, Kolonel Restituto Padilla.

Duta Besar Swiss untuk Filipina, Ivo Sieber, mengkonfirmasi bahwa Vinciguerra selamat dan kini berada di rumah sakit militer setelah mengalami luka-luka ringan dalam upayanya melarikan diri dari penculiknya. Namun militer Filipina menyatakan, warga Belanda yang diculik bersama Vinciguerra, Ewold Horn, belum berhasil diselamatkan. Tak ada informasi mengenai dirinya.

Vinciguerra dan Horn tengah melakukan ekspedisi untuk memfoto burung-burung langka di pulau terpencil Tawi-Tawi di Filipina selatan, ketika mereka diculik sekelompok pria bersenjata, yang belakangan diketahui sebagai Abu Sayyaf. Saat penculikan pada tahun 2012 lalu, Vinciguerra dilaporkan berumur 47 tahun dan Horn 52 tahun.

Kelompok Abu Sayyaf telah melakukan banyak serangan teroris di Filipina, termasuk serangkaian penculikan warga asing. Abu Sayyaf kerap meminta uang tebusan dalam jumlah besar atas penculikan tersebut. Oleh pemerintah Amerika Serikat, kelompok radikal ini dinyatakan sebagai organisasi teroris. AS telah memberikan bantuan militer dan pelatihan bagi pasukan Filipina untuk memburu militan-militan tersebut. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru