Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

AS Pertahankan Pasukan di Afganistan

* Inggris Segera Dirikan Pangkalan Permanen di Timur Tengah
- Senin, 08 Desember 2014 15:52 WIB
262 view
Kabul (SIB)- Menlu Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk mempertahankan 1.000 tentara cadangan AS di Afganistan hingga 2015. Adapun pasukan tersebut menambah jumlah tentara AS di Afganistan hingga 10.800, dari jumlah sebelumnya yakni, 9.800 orang. Hagel mengumumkan hal tersebut dalam konferensi pers bersama Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani, setelah bertemu di Istana Kepresidenan Afganistan, Sabtu (6/12).

Dilansir Xinhua, sebelumnya AS memiliki rencana untuk memangkas hingga 50 persen jumlah pasukannya di 2014. Namun, Hagel mengatakan AS akan tetap mempertahankan 1.000 tentara di Afganistan hingga awal 2015.

Sebelumnya, Presiden Barack Obama telah memerintahkan menarik mundur pasukan AS, di mana rencananya jumlah pasukan AS di Afganistan akan dikurangi hingga 5.500 orang pada akhir 2014. "Namun otorisasi presiden tidak akan mengubah misi tentara kita, atau kerangka waktu jangka panjang pengurangan tentara kita," kata Hagel.

Namun demikian, Hagel mengatakan bahwa AS berkomitmen untuk mendukung Afganistan, terutama soal keamanan dan bantuan mengejar kelompok teroris Al-Qaeda.

Sementara, Presiden Ghani menyatakan akan terdapat babak baru dalam hubungan bilateral antara Afganistan dan AS melalui penandatanganan Perjanjian Bilateral Keamanan. Perjanjian tersebut terutama berisi kerjasama keamanan, di antaranya pelatihan kepada pasukan keamanan Afganistan, pembiayaan serta mendukung perdamaian dan keamanan di Afghanistan.

Amerika Serikat berencana memangkas sampai 5.500 tentaranya di Afghanistan pada 2016 dan kemudian dikurangi sampai hanya mennjaga kedutaan besar AS pada 2017, demikian seperti dilansir dari Reuters.

Pangkalan Permanen
Inggris akan mendirikan pangkalan militer pertama di Timur Tengah sejak menarik diri dari kawasan itu pada 1971. Pangkalan permanen di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, itu akan menjadi pangkalan kapal perang dan kapal induk.

Inggris mengatakan langkah itu merupakan "Perluasan Angkatan Laut" dan akan "membantu stabilitas" di kawasan Teluk. Bahrain akan membayar sebagian besar dari 15 juta pounds (Rp 289 miliar) anggaran yang diperlukan untuk membangun pangkalan dan Inggris akan membayar pengeluaran untuk pangkalan itu. Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, yang menandatangani perjanjian itu dalam konferensi keamanan di Manama, Bahrain, mengatakan langkah tersebut "hanya merupakan salah satu contoh kemitraan kami dengan mitra di Teluk untuk menghadapi ancaman strategis dan kawasan."

Hammond mengatakan langkah itu diterapkan berdasarkan rekor "30 tahun kami dalam melakukan patroli di Teluk." Laporan BBC mengatakan, empat kapal penjelajah ranjau Inggris telah ditempatkan "berdasarkan rotasi" di Pelabuhan Mina Salman. Namun selama ini, Inggris hanya memberikan dukungan bagi pangkalan Angkatan Laut Amerika di sana.

Garnder mengatakan fasilitas baru itu merupakan salah satu pangkalan AL Inggris yang paling penting di dunia dan akan digunakan antara lain untuk membantu operasi Inggris di Irak, termasuk dalam bagian koalisi yang dipimpin AS untuk menggempur kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS. (Rtr/Ant/BBC/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru