Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Dua Dokter Sierra Leone Meninggal karena Ebola

* Dokter Asal Kuba Pengidap Ebola Dinyatakan Sembuh
- Senin, 08 Desember 2014 15:55 WIB
178 view
Freetown (SIB)- Dua dokter meninggal akibat Ebola di Sierra Leone, kata pemerintah dan sumber rumah sakit, sehingga menjadikan 10 dokter tewas di negara itu oleh virus mematikan tersebut. Wabah terburuk Ebola telah merongrong beberapa sistem kesehatan negara terlemah Afrika Barat itu, menewaskan hampir 350 personel medis, termasuk 106 di Sierra Leone, yang masih membangun kembali dari tahun-tahun perang pada 1990-an.

"Kami hancur akibat pendarahan pada pekerja kesehatan kita ini," kata seorang pejabat senior kementerian kesehatan kepada Reuters, meminta tidak disebutkan namanya. Tidak ada komentar segera dari pemerintah, tetapi sumber-sumber menyebut dua dokter yang meninggal adalah Dr Dauda Koroma dan Dr Thomas Rogers.

Tidak jelas bagaimana orang-orang itu terinfeksi karena mereka tidak bekerja di garis depan dalam klinik Ebola itu. Sambil menanggapi parlemen sebelumnya pada Jumat, Presiden Ernest Bai Koroma menelepon tenaga medis yang berjuang untuk memberantas Ebola sebagai "patriot terbesar" negara itu. Sierra Leone telah berjanji untuk membayar keluarga dari semua staf medis yang meninggal berjuang melawan Ebola 5.000 dolar AS sebagai kompensasi.

Angka-angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Ebola telah menewaskan hampir 6.200 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea, sejak dikonfirmasi di wilayah tersebut sebelumnya tahun ini. Demikian laporan Reuters.

Sembuh
Seorang dokter asal Kuba yang menerima perawatan khusus untuk pasien penyakit Ebola akhirnya dipulangkan karena dinyatakan sembuh. Pemulangan dokter tersebut terjadi setelah dirinya dikarantina di sebuah rumah sakit di Jenewa, Swiss.

Dilansir Reuters, Minggu (7/12), Felix Baez (43) adalah salah satu dari 256 dokter Kuba dan perawat yang pergi ke Afrika Barat untuk mengobati pasien dari wabah Ebola, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 6 ribu jiwa.

Segera setelah tiba di Jenewa, Baez menerima pengobatan eksperimental ZMab, yang merupakan pendahulu obat Ebola ZMapp yang telah digunakan untuk mengobati beberapa pasien di AS. "Dua hari setelah itu dia sudah jauh lebih baik," kata kepala petugas medis Jenewa Jacques Andre; Romand.

Dia menambahkan bahwa obat yang sama telah dikirim ke Roma untuk mengobati dokter Italia yang sedang memerangi virus yang sama.

Baez dirawat di Jenewa atas permintaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang berkantor di pusat kota Swiss tersebut, setelah dirinya tertular penyakit tersebut di Sierra Leone, salah satu negara yang paling terkena wabah Ebola paling buruk.

Dari 138 petugas kesehatan yang menangani Ebola di Sierra Leone, 106 jiwa dinyatakan meninggal dunia. Menurut data dari WHO, tingkat kematian ini lebih tinggi daripada tingkat kematian petugas kesehatan di negara tetangga Guinea dan Liberia.

Baez merupakan pasien Ebola pertama asal Kuba dan kasus pertama pasien penyakit Ebola di Swiss. Dia dirawat di ruang isolasi di rumah sakit Jenewa selama 16 hari. (Rtr/Ant/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru