Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Penumpang Diperkosa Supir, Taksi Uber Dilarang Beroperasi di New Delhi

- Selasa, 09 Desember 2014 16:13 WIB
381 view
India (SIB)- Pemerintah kota New Delhi, melarang armada taksi Uber beroperasi di ibu kota India. Pelarangan itu dilakukan setelah polisi menangkap seorang supir taksi pesan online tersebut karena dilaporkan memperkosa seorang penumpangnya, yang masih berusia 25 tahun. Penangkapan terjadi pada hari Minggu (7/12).

Dengan pelarangan tersebut, taksi Uber juga diblacklist dari layanan penyedia tranportasi di masa depan. “Departemen Transportasi telah melarang seluruh operasional terkait penyediaan layanan transportasi apapun oleh www.Uber.com,” demikian kata dinas transportasi New Delhi seperti dilansir dari Associated Press, Senin (8/12).

Pihak kepolisian setempat menyatakan, sopir terlacak melarikan diri usai melakukan perbuatan bejatnya pada Jumat (6/12) malam. Sopir itu melarikan diri ke Uttar Pradesh, satu negara bagian India di utara. "Tersangka telah ditangkap di Kota Mathura dengan bantuan polisi Uttar Pradesh. Dia dibawa ke Delhi," kata Wakil Komisaris Polisi dari bagian utara New Delhi, Madhur Verma kepada Press Trust of India dan dikutip oleh AFP.

Komisaris Khusus Polisi di Delhi, Deepak Mishra mengatakan taksi Uber itu tidak dilengkapi GPS dan data pengemudinya. Padahal wajib bagi perusahaan taksi di sana untuk menyematkan GPS dan data pengemudi di kabin mobil. "Penyelidikan awal kami telah mengungkapkan kekurangan dari perusahaan taksi swasta yang tidak memiliki GPS dan staf tidak diverifikasi," kata Deepak kepada AFP.

Serangan seksual terhadap penumpang wanita tersebut menjadi pukulan pahit bagi reputasi perusahaan taksi Uber, yang berslogan mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang. Media lokal menuding, perusahaan taksi Uber telah lalai dalam menyeleksi calon supirnya, yang meloloskan pelaku yang masuk dalam daftar napi serangkaian kasus perkosaan tahun 2011.

Meski demikian, taksi Uber mengklaim mereka telah mengikuti seluruh regulasi kota tempat operasional mereka. “Apa yang terjadi pada akhir pekan di New Delhi adalah mengerikan. Seluruh tim kami prihatin penuh atas kejahatan tersebut,” demikian pernyataan taksi Uber.

Kejadian tersebut membuat perusahaan Uber di Amerika Serikat berbicara. Mereka mengklaim aplikasi dan taksi itu berbasis teknologi canggih dan menarik perhatian para profesional di kota-kota di India. Perusahaan tersebut mengatakan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk memecahkan kasus pemerkosaan ini. Uber juga telah memberikan data sopir, mobil dan perjalanan terkait kasus ini karena mereka menekankan keselamatan penumpang sebagai prioritas tertinggi.

"Kami bekerja dengan mitra yang berlisensi untuk memberikan pilihan transportasi yang aman, dengan lapisan perlindungan seperti pengemudi dan informasi kendaraan, dan perkiraan waktu serta rute perjalanan untuk memastikan ada akuntabilitas dan catatan semua perjalanan yang terjadi pada platform Uber," sebut Uber.  (AP/R16/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru