Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Bom Bunuh Diri Guncang Pangkalan Militer Yaman, 5 Orang Tewas

Pemimpin Al-Qaeda Yaman Kritik Aksi Pemenggalan oleh ISIS

- Rabu, 10 Desember 2014 17:49 WIB
202 view
Sana’a (SIB)- Dua ledakan bom bunuh diri melanda pangkalan militer Yaman. Sedikitnya 5 orang tewas akibat ledakan yang diklaim oleh jaringan Al-Qaeda di Yaman ini. Seperti dilansir Reuters, Selasa (9/12), suara tembakan terdengar keras di tengah ledakan yang melanda kompleks Komando Militer Pertama di Seyoun, kota terbesar kedua di Provinsi Hadramout. Saksi mata mengaku melihat asap tebal di langit ketika ledakan terjadi. Otoritas keamanan setempat menuturkan, ada dua bom mobil yang hendak diledakkan di dalam pangkalan militer. Namun belum sempat pelaku masuk ke dalam, bom meledak. Pasca ledakan, Kementerian Pertahanan setempat mengirimkan pesan singkat kepada media yang menyebutkan bahwa tentara Yaman berhasil mengagalkan serangan tersebut.

Sumber keamanan setempat menuturkan kepada Reuters, bahwa 8 orang lainnya luka-luka akibat ledakan tersebut. Secara terpisah, militan Al-Qaeda in the Peninsula (AQAP) yang bermarkas di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Via akun Twitter-nya, AQAP mengklaim bahwa ledakan bom ini telah menewaskan dan melukai puluhan orang.

Negara-negara Barat dan negara Teluk Arab khawatir bahwa tidak stabilnya situasi di Yaman, malah semakin memperkuat AQAP yang dianggap sebagai militan paling berbahaya di dunia. AQAP selama ini mendalangi serangan terhadap Arab Saudi serta merencanakan untuk meledakkan pesawat maskapai internasional. AQAP yang dibentuk tahun 2006 lalu ini, merupakan gabungan dari jaringan Al-Qaeda cabang Yaman dan Arab Saudi. AS mengkategorikan AQAP sebagai salah satu militan berbahaya. AQAP setia pada jaringan Al-Qaeda global yang didirikan oleh mendiang Osama bin Laden.

Kritik Aksi Pemenggalan
Salah satu pemimpin jaringan Al-Qaeda di Yaman mengkritisi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tokoh senior ini menyebut pemenggalan yang dilakukan ISIS sebagai tindakan yang tidak Islami. ISIS yang merupakan pecahan jaringan Al-Qaeda ini, menjadi sorotan karena aksi kejinya di Irak dan Suriah.

Seringkali, ISIS merekam aksi pemenggalan tahanan dan sandera mereka, kemudian diunggah secara online. Nasser bin Ali al-Ansi dari militan Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) menyatakan, kelompoknya melarang aksi semacam itu. Komentar ini disampaikan Ansi dalam video yang diposting via Twitter. "Tidak ada keraguan bahwa beberapa dari saudara kami telah terpengaruh oleh adegan pemenggalan yang menjamur belakangan ini," ucap Ansi seperti dilansir Reuters, Selasa (9/12).

"Ini merupakan adegan yang tidak kami terima dan kami tolak dengan tegas," imbuhnya tanpa menyebut langsung nama ISIS. "Nabi Muhammad, damai atas dirinya dan keluarganya, telah memerintahkan kami untuk baik dalam segala hal, bahkan saat membunuh, dan bukan bagian dari kebaikan untuk merekam pemenggalan dan pembunuhan dan menampilkannya ke publik, di mana putra dan putri dari orang-orang yang dibunuh itu bisa melihat," imbuhnya dalam bahasa Arab. "Ini merupakan beberapa hal paling buruk," tegas Ansi.

AQAP yang selama ini dianggap sebagai salah satu cabang jaringan Al-Qaeda paling aktif, diketahui telah banyak menyerang pemerintah dan tentara Yaman, serta target Barat di negara yang ada di Teluk Arab tersebut. Pemimpin veteran ini menyatakan, kelompoknya melarang pemenggalan setelan insiden terbaru di saat anggotanya terlihat menggunakan pisau untuk memenggal tentara Yaman dan memenggal satu pejuang muslim Syiah Houthi.

Namun ketika ditanya soal pemenggalan dan penembakan sejumlah paramedis di rumah sakit Kementerian Pertahanan Pertahanan Yaman pada Desember 2013 lalu, yang terekam dalam video dan beredar online, Ansi menyebutnya sebagai aksi individu. "Pemenggalan semacam itu terbatas dan tergolong aksi individu, dan kami akan mencegah aksi itu terulang," jawabnya. (Rtr/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru