Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Miliuner AS Dukung Hillary Clinton Sebagai Capres

- Sabtu, 13 Desember 2014 13:54 WIB
312 view
Washington (SIB)- Mantan staf Kongres Amerika Serikat (AS), Rodney Martins, mengatakan persaingan dalam pencalonan kandidat presiden AS antara Hillary Clinton, dan mantan gubernur Florida Jeb Bush, akan memiliki daya tarik Hollywood bagi publik AS.

Seperti dilansir dari PressTV, Jumat (12/12), Rodney mengatakan pemungutan suara tidak berguna di AS, karena struktur pemungutan  sudah dicurangi, diprogram, dan diatur. "Sistem politik di AS, didesain spesifik untuk mencegah perubahan," katanya.

Dia mengeluarkan komentar, setelah jajak pendapat pada kalangan miliuner AS yang dilakukan CNBC, memperlihatkan 31 responden termasuk 23 persen miliuner independen, serta 5 persen miliuner Republik, akan memberikan suara mereka bagi Hillary. Sementara Jeb Bush, adik mantan presiden George W Bush, yang merupakan calon kuat dari Republik, berada di peringkat kedua dengan 18 persen. Menurut Martin, elit berkuasa yang memilih para kandidat dan isu.

Masa kampanye juga disengaja berlangsung panjang, sehingga hanya kandidat yang memiliki cukup dana, yang dapat bertahan dalam kampanye politik. "Hillary tidak akan kekurangan dana kampanye," tegas Martin. "Itu tidak mengejutkan, ketika anda melihat mayoritas miliuner menginginkan Hillary," tambahnya. Namun fakta itu, disebutnya memperlihatkan lucunya sistem politik AS. Bahwa pemimpin AS yang sesungguhnya adalah para elit.

Alasan mengapa para elit itu menginginkan Hillary, kata Martin, karena mereka menikmati apa yang terjadi di bawah pemerintahan Bill Clinton, suami Hillary. Bill Clinton diketahui banyak mendapat dukungan pengusaha, termasuk dari Indonesia.

Media AS, New York Times, pada Oktober 1996, menyebut pengusaha Indonesia menyumbang banyak dana untuk mendukung kampanye pilpres Bill Clinton, pada 1992. Pada November lalu, Presiden AS Barack Obama juga telah menyinggung tentang Hillary.

Obama mengatakan bahwa para pemilih AS menginginkan "aroma mobil baru" pada kompetisi menuju Gedung Putih 2016, dan Hillary akan menjadi seorang presiden yang hebat. Hillary juga unggul pada jajak pendapat pemilih Demokrat.

Hillary memenangkan kursi senat New York, kemudian bersaing untuk kursi presiden pada 2008, tapi kalah dari Obama, dalam proses nominasi di Demokrat. Hillary mendapatkan popularitasnya saat menjabat menteri luar negeri di periode pertama Obama. (vivanews/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru