Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Badai Besar Landa California, 2 Orang Tewas

- Sabtu, 13 Desember 2014 14:11 WIB
226 view
California (SIB)- Wilayah California dan Pantai Barat Amerika Serikat dilanda badai besar hingga memicu evakuasi besar-besaran. Nahas, dua orang tewas akibat badai yang diwarnai hujan deras dan angin kencang ini. Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/12), korban tewas pertama berasal dari Oregon, yakni seorang pria gelandangan yang tidur di tenda bersama putranya yang berusia 18 tahun. Pria tersebut tewas pada Kamis (11/12) pagi waktu setempat ketika tendanya tertimpa pohon tumbang.

Korban tewas kedua merupakan seorang remaja di Portland, yang tewas setelah mobilnya tertimpa pohon tumbang dan kemudian mobil tersebut menabrak sebuah pohon lainnya. Remaja tersebut duduk di kursi penumpang, sedangkan sopir mobil luka-luka dalam insiden ini.

Badan Prakiraan Cuaca setempat memperkirakan, badai tersebut akan terus bergerak ke arah selatan hingga Jumat (12/12) waktu AS. Di wilayah pantai, badai akan membawa gelombang tinggi dan angin topan kecil. Otoritas di wilayah Glendora, Los Angeles memerintahkan evakuasi segera terhadap seluruh warganya. Kantor sheriff Riverside County juga memerintah warga San Jacinto untuk mengungsi.

Badai ini mulai menyentuh wilayah California bagian utara pada Kamis (11/12) waktu setempat. Jalanan di San Francisco dilanda banjir dan banyak sekolah setempat terpaksa ditutup sementara. Badai ini juga berdampak pada jadwal penerbangan setempat. Tercatat setidaknya ada 240 jadwal penerbangan dari dan ke Bandara Internasional San Francisco dibatalkan atau mengalami penundaan hingga lebih dari 2 jam.

Cuaca buruk juga melanda wilayah Washington, dan lebih dari 165 ribu warga tidak mendapat aliran listrik karena terputus akibat badai. Kemudian di wilayah Portland, sekitar 41 ribu warga juga tidak mendapat aliran listrik. "Di beberapa bagian Pantai Barat, ini bisa menjadi badai paling parah dalam 10 tahun terakhir," sebut ahli meteorologi dari Badan Prakiran Cuaca, Eric Boldt. (Detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru