Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Rumania Diduga “Pusat Transit” Tahanan AS

- Senin, 15 Desember 2014 11:05 WIB
258 view
Bukares (SIB)- Seorang mantan badan intelijen Romania mengatakan bahwa CIA kemungkinan telah menawan tahanan-tahanan di sebuah "pusat transit" di Romania namun Bukares tidak tahu menahu soal kegiatan-kegiatan yang dijalankan di lokasi tersebut.

Setelah terjadinya serangan 11 September, 2001,  Romania dan Amerika Serikat berbicara soal "pusat-pusat pendukung bagi CIA, yaitu lokasi-lokasi yang bisa mereka gunakan untuk mengatur kegiatan yang ingin mereka jalankan di negara-negara lainnya," kata Ioan Talpes dalam sebuah wawancara dengan surat kabar harian Adevarul.

"Sejak awal, tidak ada lokasi yang disebut sebagai pusat penahanan. Hanya disebut sebagai pusat transit," ujarnya. Ia mencatat bahwa Bukares pada saat itu sedang menunggu lampu hijau untuk NATO. "Pihak Romania (pada saat itu, red) tidak tertarik dengan apa yang sedang dilakukan Amerika, secara sengaja untuk menujukkan kepada mereka bahwa mereka bisa mempercayai kita," kata Talpes, yang mengepalai Dinas Intelijen Luar Negeri Romania dari tahun 2000 hingga 2004. "Yang pasti adalah bahwa kita tidak tahu mengenai keberadaan para tahanan," kata Talpes dalam wawancara yang dimuat di internet, Sabtu (13/12).

Sementara itu Kantor Perdana Menteri Inggris menegaskan tidak ada satu pun dari informasi yang diminta Inggris untuk dicoret dari laporan mengenai interogasi Dinas Rahasia AS (CIA) berkaitan dengan pernyataan bahwa Inggris terlibat dalam perlakuan buruk terhadap tahanan.

Downing Street --sebutan untuk kantor PM Inggris-- membenarkan bahwa Badan Intelijen Inggris berbicara dengan rekannya di Amerika Serikat untuk meminta laporan itu disunting sebelum Senat AS menerbitkannya. Namun para perjabat mengatakan permintaan itu dibuat dengan alasan keamanan nasional, bukan untuk menghapus klaim adanya "penyiksaan atau pengiriman tersangka terorisme ke negara lain" untuk diinterogasi.

Pemerintah Inggris mengatakan permintaan untuk melakukan penyuntingan itu datang dari Badan Intelijen Inggris MI6 kepada CIA. Permintaan itu dibuat untuk melindungi sumber dan alasan keamanan lainnya, kata Downing Street setelah sebelumnya mengatakan tidak pernah meminta untuk menyunting laporan itu.

Sebelumnya, cara interogasi yang dilakukan CIA terhadap tahanan teroris selama era Presiden George W. Bush dinilai tidak bekerja dan lebih brutal dari sebelumnya. Hal itu terungkap dalam laporan Senat yang dirilis Selasa waktu setempat. Interogasi tersebut, menurut laporan Senat, dikelola dengan buruk dan tidak bisa diandalkan. Namun, laporan yang diterbitkan untuk mempelajari perlakuan terhadap tahanan pada tahun-tahun setelah serangan 11 September 2001 ini tidak menyebut-nyebut tentang Badan Intelijen Inggris.

Laporan yang dikeluarkan oleh Komite Intelijen Senat itu telah mencerca taktik --yang dicap oleh para kritikus sebagai penyiksaan-- pemerintahan Bush pada hari-hari yang penuh ketakutan setelah serangan teroris pada 2001. Teknik itu disebut sangat cacat dan sering menghasilkan informasi yang palsu. "Berdasarkan pengertian istilah yang umum, tahanan CIA disiksa," kata Ketua Komite Intelijen Senat, Dianne Feinstein, dari Partai Demokrat, saat menyampaikan ringkasan laporan, Selasa 9 Desember. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru