Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Januari 2026

Ini Calon PM Singapura yang Baru

Wilfred Manullang - Selasa, 14 Mei 2024 19:43 WIB
303 view
Ini Calon PM Singapura yang Baru
Fot dok/Wikipedia
Lawrence Wong
Singapura (harianSIB.com)
Singapura akan memiliki perdana menteri yang baru. Ini setelah PM Singapura Lee Hsien Loong memutuskan mundur setelah 20 tahun memimpin Singapura.

Wakil PM Lawrence Wong yang juga menjabat sebagai menteri keuangan, akan mengambil alih tampuk kekuasaan pada Rabu (15/5/2024).

Wong adalah pemimpin keempat dalam 59 tahun sejarah Singapura sebagai negara merdeka. Seperti para pendahulunya, Wong adalah anggota Partai Aksi Rakyat (PAP), satu-satunya partai berkuasa yang pernah dikenal oleh warga Singapura.

Lalu siapakah Lawrence Wong? Dilansir dari Liputan6.com, rekan-rekannya di antara "4G" atau pemimpin generasi keempat, memilih Wong untuk menjadi penerus Lee Hsien Loong pada April 2022.

Namun Wong bukanlah pilihan pertama mereka. Pada tahun 2018, mantan kepala Bank Sentral dan Menteri Pendidikan Singapura Heng Swee Keat yang ditunjuk untuk menggantikan Lee Hsien Loong.

Di negara yang terkenal dengan stabilitas politiknya, Heng memicu krisis politik kecil dengan mengundurkan diri dua setengah tahun kemudian.

Wong kuliah di University of Wisconsin dengan beasiswa pemerintah. Dia memulai karier sebagai ekonom di Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura sebelum memasuki dunia politik pada tahun 2011.

Setelah menjabat sebagai menteri pembangunan nasional, dia tidak pernah dianggap sebagai calon perdana menteri. Namun keberuntungannya berubah saat pandemi Covid-19.

Sebagai salah satu pemimpin gugus tugas Covid-19, Wong muncul sebagai tokoh publik dalam respons pemerintah terhadap pandemic Covid-19. Dia muncul dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari media asing dengan tangkas.

"Wong dipandang sebagai seorang teknokrat, ramah, dan mudah didekati. Dia mampu mengatasi krisis Covid-19 dengan baik, sehingga dia dapat dipandang kompeten," kata mantan anggota parlemen PAP Inderjit Singh.

Meski pemerintahan saat ini baru berakhir pada tahun 2025, para pengamat politik Singapura memperkirakan pemilu bisa diadakan paling cepat tahun ini.

Wong pun akan ditugaskan untuk mempertahankan dominasi PAP di hadapan tuntutan para pemilih yang semakin meningkat.

Pada pemilu terakhir tahun 2020, PAP memperoleh lebih dari 61 persen suara, hanya kehilangan 10 kursi di parlemen yang beranggotakan 98 orang. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru