Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Korut Tuduh AS Berusaha Gulingkan Pemerintahan Pyongyang

- Rabu, 17 Desember 2014 13:43 WIB
293 view
Seoul (SIB)- Korea Utara menuduh Amerika Serikat berusaha menggulingkan pemerintah Pyongyang dengan menggunakan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, dan mengancam akan melakukan "aksi balasan yang sangat keras".

Pernyataan-pernyataan yang disiarkan media, Senin itu dikeluarkan saat Dewan Keamanan PBB menurut rencana pekan depan akan membahas catatan hak asasi manusia Korut, sementara seruan agar Pyongyang diajukan ke pengadilan pidana internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tetapi setelah terbongkarnya kasus penyiksaan CIA (Badan Intelijen Pusat) Amerika Serikat, Korut menyerang balik, mengecam AS melakukan "pelanggaran hak asasi manusia paling berat di dunia" dan  "bentuk-bentuk penyiksaan yang kejam".

"Amerika Serikat bermimpi untuk menggulingkan pemerintah kami melalui "masalah-masalah hak asasi manusia" kata seorang juru bicara kementerian luar negeri yang dikutip kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Korut mengirim surat kepada Dewan Keamanan yang meminta satu komisi dibentuk untuk memeriksa dan menghukum para anggota CIA yang terlibat dalam penyiksaan itu.

Usaha-usahanya untuk melakukan pembalasan itu adalah bagian dari tanggapan keras pada satu hasil penyelidikan PBB yang disiarkan Februari menuduh Pyongyang melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang dapat menimbulkan ancaman bagi perdamaian internasional dan keamanan.

Penyelidikan selama setahun itu mendengar keterangan para saksi dari para warga Korut di pengasingan dan catatan dari jaringan luas kamp-kamp penjara yang menahan sampai 120.000 orang yang mengalami kasus-kasus penyiksaan, pengeksekusian singkat dan perkosaan.

Sementara itu, juru bicara Korut juga mengatakan Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab atas "macetnya denuklirisasi semenanjung Korea".

"Ketika AS melakukan persekongkolan untuk mengubah sistem kami  dengan segala cara, komitmen bagi denuklirisasi semenanjung Korea tidak ada artinya," katanya."

"Ketika perang Korut-AS menyangkut hak asasi manusia, setiap dialog mengenai masalah nuklir semuanya tidak ada artinya."

Sung Kim, ketua utusan AS untuk Korut, Jumat mengatakan bahwa Pyongyang sedang bekerja dengan program nuklirnya dan menunjukkan  tidak ada langkah-langkah jelas bahwa yang akan memungkinkan dimulainya kembali perundingan internasional untuk mengakhirinya.

Akan tetapi, Institut AS-Korea di Universitas Johns Hopkins pekan lalu mengatakan gambar-gambar satelit menunjukkan Korut tidak mungkin melaksanakan uji coba nuklir segera. (Ant/AFP/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru