Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Didakwa Atas 34 Tuduhan Kejahatan

Donald Trump Dinyatakan Bersalah

Nyatakan Banding, Trump Tuding Hakim Korup
Redaksi - Minggu, 02 Juni 2024 10:09 WIB
905 view
Donald Trump Dinyatakan Bersalah
(Foto: AP/Julia Nikhinson)
KONFERENSI PERS: Mantan Presiden Donald Trump berbicara sehari setelah dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan kejahatan atas kasus uang tutup mulut. Bakal calon presiden dari Partai Republik itu menyikapi vonis tersebut dan kemungkinan besar berupaya untuk m
Respon Biden
Atas kesalahan itu, berbagai pihak, termasuk staf kampanye Joe Biden, Gedung Putih hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, mulai menanggapi hal tersebut.


Joe Biden sendiri memang tak memberikan pernyataan langsung tetapi tampaknya ia menyindir saingannya dalam pilpres AS itu seraya mengingatkan pemilih bahwa lawannya adalah penjahat yang dihukum. Di akun media sosial Instagram, ia juga memposting sebuah gambar yang berupa foto layar X dirinya.


"Hanya ada satu cara untuk mencegah Donald Trump keluar dari kantor oval: Di kotak suara. Donasi kampanye kami hari ini di tautan di bio saya," tulisnya.


Direktur komunikasi kampanye Biden, Michael Tyler juga memberi pernyataan. Trump tetap menjadi ancaman berbahaya bagi Biden dalam pilpres AS.


"Di New York hari ini, kami melihat bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum," katanya.


"Donald Trump selalu keliru percaya bahwa ia tidak akan pernah menghadapi konsekuensi karena melanggar hukum demi keuntungan pribadinya sendiri," tambahnya.


Sementara itu Gedung Putih mengatakan, menghormati aturan hukum yang ada. Tapi enggan memberi banyak komentar.


Ketua DPR AS dari partai Trump, Republik Mike Johnson menggambarkan vonis Trump sebagai hal yang memalukan. Ia menyindir ini sebagai agenda politik.


"Hari ini adalah hari yang memalukan dalam sejarah Amerika. Demokrat bersorak saat mereka menghukum pemimpin partai lawan atas tuduhan konyol, berdasarkan kesaksian seorang penjahat yang telah dicabut izin praktiknya. Ini murni tindakan politik, bukan hukum," katanya dalam sebuah pernyataan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru