Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Didakwa Atas 34 Tuduhan Kejahatan

Donald Trump Dinyatakan Bersalah

Nyatakan Banding, Trump Tuding Hakim Korup
Redaksi - Minggu, 02 Juni 2024 10:09 WIB
903 view
Donald Trump Dinyatakan Bersalah
(Foto: AP/Julia Nikhinson)
KONFERENSI PERS: Mantan Presiden Donald Trump berbicara sehari setelah dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan kejahatan atas kasus uang tutup mulut. Bakal calon presiden dari Partai Republik itu menyikapi vonis tersebut dan kemungkinan besar berupaya untuk m
Houston (SIB)
Donald Trump, Kamis (30/5), dinyatakan bersalah atas seluruh 34 dakwaan terkait dengan persidangan uang tutup mulut yang dilakukan oleh juri di New York menjadikannya mantan presiden AS pertama yang dihukum atas tuduhan tindak pidana kejahatan.


Juri yang beranggotakan 12 orang itu mencapai keputusan mereka setelah dua hari penuh melakukan pertimbangan.


Mereka menyatakan Trump bersalah karena menutupi pembayaran uang tutup mulut sebesar US$130 ribu (Rp2,1 miliar) kepada bintang film dewasa Stormy Daniels agar ceritanya tidak dipublikasikan selama pemilihan presiden tahun 2016 dan memasukkannya sebagai pengeluaran bisnis.


Trump mengungkapkan, penghinaan terhadap putusan tersebut setelah meninggalkan ruang sidang.


"Hak-hak sipil saya telah dilanggar sepenuhnya dengan perburuan penyihir yang sangat politik, tidak konstitusional dan mengganggu Pemilu. Bangsa kita yang gagal ditertawakan di seluruh dunia!" dia memposting di platform Truth Social miliknya.


Trump mengatakan, hakim Juan Merchan sangat bias dan konflik menghalanginya untuk menyampaikan fakta bahwa dia tidak mengambil Pengurangan Pajak atas Biaya Hukum (yang ditandai dengan benar sebagai Biaya Hukum).


Dia juga mengatakan bahwa hakim tidak mengizinkan pengacaranya untuk mendapatkan Catatan Pajak dari mantan pengacara yang namanya tidak boleh disebutkan karena pemberlakuan Perintah Gag Inkonstituional terhadap Trump.


"Instruksi Juri yang diberikan oleh Hakim yang sangat konflik, Juan Merchan, tidak adil, menyesatkan, tidak akurata dan tidak konstitusional. Instruksi tersebut juga sangat membingungkan (Seperti yang diinginkan Hakim!), karena tidak ada kejahatan!"

Mengaku tak bersalah
Dilansir dari ABC News, Trump pada April lalu mengaku tidak bersalah atas 34 dakwaan yang menuduhnya memalsukan catatan bisnis.


Setelah persidangan, Trump kembali ke Trump Tower, menyapa orang-orang yang berdiri di luar gedung Midtown, melambaikan tangan dan mengepalkan tinjunya.


Dalam pernyataan tertulisnya, Trump menyebut Hakim Juan Merchan korup dan dua kali menyebut ada konflik kepentingan.


"Ini adalah keputusan yang curang sejak hari pertama," kata Trump.


"Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya orang yang sangat lugu," katanya.


Aktris film dewasa Stormy Daniels, salah satu saksi utama penuntutan merasa lega kasusnya telah selesai.


Ini disampaikan pengacaranya Clark Brewster.


"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum, dan kerja keras tanpa pamrih dari masing-masing juri ini harus dihormati dan dihargai," kata Brewster. Daniels, yang pembayaran uang tutup mulutnya menjadi inti kasus ini, memberikan beberapa kesaksian yang paling mencekam dalam persidangan tersebut.


Dia menjelaskan secara terperinci dugaan hubungan seksualnya dengan Donald Trump pada tahun 2006, yang tentu disangkal Trump.

Banding
Donald Trump, berjanji mengajukan banding atas hukuman yang diterimanya.


"Jadi kita akan mengajukan banding atas penipuan ini," kata Trump dalam sebuah konferensi pers. "Kami akan mengajukan banding atas banyak hal yang berbeda."


Setelah putusan itu, pengacara Trump, Todd Blanche, mengatakan kepada Kaitlan Collins dari CNN bahwa tim hukum mantan presiden berencana untuk berargumen dalam banding mereka bahwa juri memiliki prasangka terhadap Trump dan waktu pengadilan tidak adil.


Trump tetap teguh setelah juri Manhattan memberikan putusan bersalah.


Kami akan terus berjuang. Kami akan membuat Amerika hebat lagi, sangat sederhana," katanya.


Dia mengatakan, "Ini adalah hal yang sangat menyedihkan yang terjadi di negara kita dan ini adalah hal yang saya hormati - dalam beberapa hal saya merasa terhormat."


"Ini bukan hal yang menyenangkan. Ini sangat buruk bagi keluarga, teman, dan bisnis, tetapi saya merasa terhormat terlibat di dalamnya karena seseorang harus melakukannya. Dan saya sebaiknya terus maju dan menjadi orangnya. Tetapi saya sangat merasa terhormat terlibat karena kami berjuang untuk konstitusi kita."


Hukuman Trump dijadwalkan pada 11 Juli dan dia menghadapi kemungkinan hukuman penjara atau masa percobaan.


Setelah dia dinyatakan bersalah, Trump kini harus meyakinkan warga Amerika bahwa dia layak mendapatkan masa jabatan kedua di Gedung Putih. Pemilihan presiden 2024 akan diadakan pada 5 November.

Respon Biden
Atas kesalahan itu, berbagai pihak, termasuk staf kampanye Joe Biden, Gedung Putih hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, mulai menanggapi hal tersebut.


Joe Biden sendiri memang tak memberikan pernyataan langsung tetapi tampaknya ia menyindir saingannya dalam pilpres AS itu seraya mengingatkan pemilih bahwa lawannya adalah penjahat yang dihukum. Di akun media sosial Instagram, ia juga memposting sebuah gambar yang berupa foto layar X dirinya.


"Hanya ada satu cara untuk mencegah Donald Trump keluar dari kantor oval: Di kotak suara. Donasi kampanye kami hari ini di tautan di bio saya," tulisnya.


Direktur komunikasi kampanye Biden, Michael Tyler juga memberi pernyataan. Trump tetap menjadi ancaman berbahaya bagi Biden dalam pilpres AS.


"Di New York hari ini, kami melihat bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum," katanya.


"Donald Trump selalu keliru percaya bahwa ia tidak akan pernah menghadapi konsekuensi karena melanggar hukum demi keuntungan pribadinya sendiri," tambahnya.


Sementara itu Gedung Putih mengatakan, menghormati aturan hukum yang ada. Tapi enggan memberi banyak komentar.


Ketua DPR AS dari partai Trump, Republik Mike Johnson menggambarkan vonis Trump sebagai hal yang memalukan. Ia menyindir ini sebagai agenda politik.


"Hari ini adalah hari yang memalukan dalam sejarah Amerika. Demokrat bersorak saat mereka menghukum pemimpin partai lawan atas tuduhan konyol, berdasarkan kesaksian seorang penjahat yang telah dicabut izin praktiknya. Ini murni tindakan politik, bukan hukum," katanya dalam sebuah pernyataan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru