Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

AS dan Kuba Normalisasi Hubungan, Dunia Sambut Baik

- Jumat, 19 Desember 2014 15:01 WIB
355 view
Washington (SIB)- Amerika Serikat dan Kuba, Rabu waktu AS, melangkah untuk mengakhiri lima dekade permusuhan mereka dengan sepakat untuk menghidupkan lagi tali diplomatik melalui sebuah terobosan yang juga akan melepaskan embargo perdagangan AS ke Kuba. Washington dan Havana tidak memiliki hubungan diplomatik sejak 1961. Amerika Serikat telah memberlakukan embargo besar ekonomi dan perdagangan atas Kuba sejak 1962.

Pada acara pertukaran tahanan, Presiden Barack Obama berkata bahwa Washington siap untuk "babak baru" hubungan dengan Kuba yang komunis dan akan mendirikan lagi gedung kedutaan besar di Havana yang ditutup sejak 1961. "Kita semua bangsa (benua) Amerika," umum Obama dalam Bahasa Spanyol yang digambarkan Gedung Putih sebagai upaya menegaskan kepemimpinan AS di Belahan Barat.

Presiden Kuba Raul Castro, yang berbicara pada saat bersamaan di Havana, memastikan bahwa mantan musuhnya itu sepakat menjalin kembali hubungan diplomatik setelah setengah abad diselimuti dendam. "Keputusan Presiden Obama layak mendapat penghormatan dan pengakuan dari rakyat kami," kata Castro sembari mengingatkan bahwa embargo perdagangan mesti diakhiri.

Di Washington, Obama mengakui bahwa embargo perdagangan oleh AS itu telah gagal dan dia mengatakan akan mendesak Kongres untuk mencabutnya, di samping akan menggunakan kewenangan kepresidenannya untuk memajukan hubungan diplomatik dan perjalanan dengan Kuba.

"Kita akan mengakhiri pendekatan usang yang selama beberapa dekade gagal memajukan kepentingan kita dan alih-alih kita akan memulai normalisasi hubungan antara kedua negara," kata Obama. "Melalui perubahan-perubahan ini, kita berniat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi rakyat Amerika dan Kuba untuk memulai babak baru di antara sesama bangsa Amerika."

Obama lalu mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk adanya kunjungan seorang presiden AS ke Kuba. "Saat ini saya tak punya rencana apa pun, namun kita lihat saja perkembangan nanti," kata Obama dalam wawancara dalam program televisi ABC bertajuk "World News Tonight."

Tercapainya normalisasi hubungan kedua negara disambut baik dunia dan Paus Fransiskus. Menurut Paus, Vatikan telah memainkan peran sangat penting dalam membawa negara adidaya kapitalis global dan negara pulau nan komunis itu akhirnya bergandengan tangan lagi.

Paus asal Argentina ini mengirimkan ucapan selamat yang hangat kepada dua negara yang dulunya sangat bermusuhan itu karena berhasil mengatasi kesulitan-kesulitan di antara mereka. Oktober lalu, Vatikan menyeru Presiden AS Barack Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro untuk mengakhiri permusuhan, dengan menawarkan penengah yang membuka jalan bagi solusi yang bisa diterima kedua belah pihak.

Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang negaranya tak pernah memutuskan hubungan dengan Kuba menyatakan negaranya juga berperan dalam normalisasi hubungan AS-Kuba itu dengan menjadi tuan rumah pertemuan rahasia pada 2013.  Kanada juga menyambut baik perkembangan terakhir antara kedua negara itu.

Uni Eropa yang menyatakan akan menormalisasi hubungan dengan Kuba, menyebut mesranya lagi AS dan Kuba sebagai titik balik sejarah. "Hari ini dinding mulai runtuh," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, sembari mengatakan ke-28 negara anggota Uni Eropa ingin memperluas hubungan dengan semua bagian masyarakat Kuba.

Di Amerika Selatan, lima negara anggota blok Mercosur yang tengah bertemu di Argentina menyambut gembira kabar tersebut. "Kita tengah melalui hari yang bersejarah," kata Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang adalah sekutu utama Kuba pada pertemuan di Argentina itu.

Maduro lalu menyebut ini sebagai kemenangan moral bagi Fidel Castro. Dia juga menggarisbawahi peran Paus Fransiskus. "Ini berkat peran beliau, dan ini adalah kado terbaik untuk ulang tahunnya," kata dia merujuk hari ulang tahun ke-78 Paus Fransiskus. (Ant/AFP/BBC/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru