Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Virus Ebola Sudah Tewaskan Lebih dari 7.000 Orang

- Senin, 22 Desember 2014 12:50 WIB
279 view
Jenewa (SIB)- Lebih dari 7.370 orang tewas karena terinfeksi virus ebola, dengan sebagian besar kematian terjadi di kawasan barat benua Afrika, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Sabtu (20/12). Dalam pernyataannya, WHO mengatakan per 16 Desember 2014 sudah terdata 19.031 kasus infeksi ebola di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Dari jumlah itu, 7.373 orang tewas.

Adapun kematian di luar tiga negara itu tak memperlihatkan lonjakan, dengan rincian enam kematian di Mali, satu di Amerika Serikat dan 4 kematian di Nigeria--negara yang pada Oktober 2014 sudah menyatakan diri terbebas dari ebola. Sementara itu, di Spanyol dan Senegal, yang keduanya juga sudah menyatakan diri terbebas dari virus ebola, terdapat masing-masing satu kasus pasien terinfeksi ebola tetapi tak sampai menyebabkan kematian.

Sejumlah negara menjadi endemi ebola, terutama Sierra Leone, Liberia dan Guinea. Selain itu, angka kematian tinggi juga dialami para petugas kesehatan yang menangani pasien atau mereka yang meninggal karena ebola. Berikut rinciannya:

Sierra Leone
Kasus ebola terjadi paling banyak di negara ini per 16 Desember 2014, melampaui Liberia yang sudah jauh lebih lama terhantam penyakit tersebut. Di Sierra Leone, tercatat ada 8.759 kasus infeksi ebola, dengan 2.477 kematian, per tanggal itu.

Liberia
Negara yang dianggap paling lama berhadapan dengan ebola ini mulai memperlihatkan penurunan angka penularan dalam beberapa bulan terakhir. Per 16 Desember 2014, tercatat 7.819 kasus ebola di sini, dengan 3.346 kematian terjadi.

Guinea
Di negara inilah, ledakan kasus ebola dimulai pada tahun lalu. Angka kasus ebola di negara ini tercatat ada di kisaran 2.453 dengan 1.550 orang meninggal.
Petugas kesehatan

Ebola adalah penyakit paling mematikan yang dikenal sejauh ini, menular hanya lewat kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi virus ini, dengan gejala awal berupa demam atau muntah.

Orang-orang yang merawat para penderita ebola atau menangani jasad mereka yang meninggal karena ebola, adalah mereka yang paling rentan tertulari. WHO menyebutkan ada 649 tenaga kesehatan yang diketahui telah bersinggungan dengan penyakit ini, dan dari jumlah itu 365 di antaranya meninggal. (AFP/kps/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru