Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Israel Desak Dunia Tolak Upaya Palestina Proklamirkan Kemerdekaan

* Negara Arab Dukung Rancangan Resolusi
- Rabu, 31 Desember 2014 09:23 WIB
211 view
Jerusalem (SIB)- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak masyarakat internasional agar menolak upaya Palestina untuk memproklamasikan negara. Sebelumnya Pemerintah Otonomi Nasional Palestina siap mengajukan rancangan akhir resolusi yang mendesak Israel agar mundur ke garis pra-1967 paling lambat 2017, setelah persetujuan dari duta besar AS untuk PBB, kata Menteri Luar Negeri Pemerintah Otonomi Nasional Palestina Riyad Al-Maliki. Resolusi itu juga menetapkan Jerusalem Timur, yang dicaplok Israel pada 1967, sebagai Ibu Kota Negara Palestina dan mendesak diakhirinya pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem Timur serta Tepi Barat.

Sebelum pertemuan dengan Gubernur Negara Bagian Indiana AS dari Republik Mike Pence, Netanyahu kembali menyampaikan penolakannya atas "upaya sepihak" Pemerintah Otonomi Nasional Palestina dengan tujuan mendirikan negara di wilayah yang diduduki Israel --Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza dan Jerusalem Timur, yang direbut dan dicaplok oleh Israel dalam Perang 1967. Netanyahu mencap tindakan Pemerintah Otonomi Palestina sebagai "serangan yang serupa dengan yang dilakukan faksi Islam dan Iran terhadap Barat", Xinhua melaporkan.

Sementara delegasi-delegasi Arab di PBB menyetujui usul Palestina untuk mencapai perjanjian perdamaian dengan Israel dalam satu tahun dan mengakhiri penjajahan Israel atas wilayah Palestina. Beberapa diplomat Barat  dewan itu  mengemukakan kepada Reuters mereka terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Palestina untuk mengajukan satu resolusi rancangan akhirnya ke Dewan Keamanan PBB dan akan mengajukannya untuk dilakukan pemungutan suara pada Selasa atau Rabu.

Duta Besar Jordania untuk PBB Dina Kawar, satu-satunya wakil Arab di Dewan Keamanan, mengemukakan kepada wartawan bahwa semua 22 delegasi Arab menyetujui usul Palestina itu, dan para utusan Jordania dan Palestina akan segera berembuk mengenai "waktu yang paling baik untuk dilakukan pembahasan di Dewan Keamanan PBB."

Ketika ditanya apakah pemungutan suara itu bisa ditunda sampai tahun depan, ia mengatakan "Segalanya mungkin." Kawar sebelumnya mengatakan ia menginginkan resolusi itu  didukung oleh semua 15 anggota dewan itu termasuk Amerika Serikat.

Setelah macetnya pembicaraan perdamaian Palestina-Israel, dan di tengah berlanjutnya pembangunan permukiman Yahudi serta memburuknya situasi keamanan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta untuk bergabung dengan beberapa lembaga internasional dan melancarkan langkah diplomatik guna mendirikan Negara Palestina.

Beberapa negara Eropa belum lama ini mengumumkan dukungan mereka buat upaya Negara Palestina, termasuk Swedia, Prancis, Inggris, Spanyol dan Irlandia, sehingga makin mengucilkan Israel dari masyarakat internasional.

Namun Netanyahu, yang berusaha meraih suara dari anggota partai nasionalis sebelum pemilihan internal Partai Likud pada Rabu, memperlihatkan pendekatan keras terhadap Abbas dan Palestina baru-baru ini. Ia menuduh Abbas melancarkan hasutan yang memicu serangan dari gerilyawan Palestina terhadap orang Yahudi. (Ant/Xinhua/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru