Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Trump: Kapal AS Seharusnya Bebas Biaya di Terusan Panama dan Suez

Robert Banjarnahor - Minggu, 27 April 2025 10:22 WIB
234 view
Trump: Kapal AS Seharusnya Bebas Biaya di Terusan Panama dan Suez
Ist/SNN
Ilustrasi Terusan Panama
Jakarta(harianSIB.com)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa seharusnya kapal-kapal militer maupun komersial milik AS tidak dikenai biaya saat melintasi Terusan Panama dan Terusan Suez.

Atas dasar itu, Trump memerintahkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, untuk segera mengambil langkah terkait.


"Saya telah meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk segera menangani masalah ini dan membuatkan memo resmi," ujar Trump melalui unggahan di akun media sosial Truth Social, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Terusan Panama, yang membelah tanah genting antara Amerika Utara dan Amerika Selatan, memungkinkan kapal mempercepat perjalanan antara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Terusan ini menangani sekitar 40 persen dari lalu lintas peti kemas AS setiap tahunnya.

AS menyelesaikan pembangunan kanal tersebut pada awal abad ke-20, sebelum akhirnya menyerahkan kendali atas jalur pelayaran penting ini kepada Panama pada tahun 1999.


Sebelumnya, Trump telah berulang kali mengatakan ingin "merebut kembali" kanal tersebut.

Sebelum menjabat Presiden AS, dia sempat mengatakan kepada wartawan tidak akan mengenyampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan ekonomi atau militer untuk mendapatkan kembali kendali atas kanal tersebut.

Sementara itu, serikat pekerja di Panama telah mengumumkan rencana untuk aksi mogok nasional mulai 29 April, guna memprotes reformasi jaminan sosial yang disetujui pemerintah dan penempatan pasukan AS di negara tersebut.


Pemimpin serikat pekerja konstruksi Panama (SUNTRACS) Saul Mendez Rodriguez mengatakan aksi protes yang direncanakan tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mempertahankan sistem jaminan sosial dan kedaulatan negeri itu.

Hal itu merupakan kesepakatan dari pertemuan pekerja, mahasiswa, masyarakat sipil, dan masyarakat adat di Panama. Mereka berencana untuk memprotes kehadiran pasukan Amerika di tiga bekas pangkalan AS di Panama.


Selain SUNTRACS, pada Jumat (25/4), guru-guru Panama juga telah melakukan aksi protes dengan seruan serupa untuk hari ketiga beruntun.

Awal bulan ini, selama kunjungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ke Panama, kedua negara telah menandatangani perjanjian kerangka kerja tentang prioritas dan jalur bebas kapal perang Amerika melalui Terusan Panama.


Mengutip dari NBC News, Maret lalu Kantor Kepresidenan AS atau Gedung Putih telah mengarahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk mengembangkan rencana untuk kemungkinan peningkatan kehadiran militer AS di Panama.

Rencana peningkatan kehadiran militer Negeri Paman Sam itu adalah sebagai bagian dari strategi Trump untuk merebut kembali Terusan Panama.


Trump mengatakan dalam pidatonya di sidang gabungan Kongres pada tanggal 5 Maret bahwa pemerintahannya telah memulai upaya untuk mendapatkan kembali kendali AS atas Terusan Panama.

Dalam wawancara yang diterbitkan Time, Trump menyatakan tidak bercanda tentang klaim kedaulatan atas Greenland, Kanada, dan Terusan Panama.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru