Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Tangkap Pelaku Penyerangan, Prancis Kerahkan 88 Ribu Tentara dan Polisi

*Warga Paris Menghentikan Cipta, Lampu di Menara Eifel Dipadamkan
- Sabtu, 10 Januari 2015 14:43 WIB
371 view
Tangkap Pelaku Penyerangan, Prancis Kerahkan 88 Ribu Tentara dan Polisi
Paris (SIB)- Kepolisian Prancis telah merilis foto dua dari tiga pelaku penembakan brutal tersebut. Hingga kini perburuan masih dilakukan. Seperti dilansir CNN International, warga Paris mengheningkan cipta sebagai bentuk solidaritas dan mendoakan para korban. Aksi tersebut dilakukan di tengah hujan pada Kamis (8/1) siang waktu setempat.

Sebelumnya Perancis telah menetapkan hari berkabung 3 hari sejak penembakan kantor majalah Charlie Hebdo terjadi pada Rabu (7/1). Kantor majalah tersebut diserang karena dianggap telah memuat kartun yang melecehkan satu agama.

Wakil Wali Kota Paris, Klugman, menyatakan, pihaknya siap untuk menghadapi aksi teroris era baru. "Ini mungkin bukan akhir, kami siap untuk menghadapinya. Kami akan berusaha," ujarnya. Sementara Wali Kota Hidalgo Anne Hidalgo mengecam aksi brutal tersebut.

Menurut perempuan berdarah Spanyol ini, selama ini Paris dikenal dengan kota yang penuh penghormatan dan toleransi terhadap segala bentuk ide dan pemikiran. "Kota kami telah menjadi perlindungan bagi penulis, filsuf, wartawan yang diancam karena ide-idenya," kata Hidalgo kepada koran Liberation.

Namun, apa yang selama ini tertanam seketika saja berbalik setelah adanya teror di Charlie Hebdo yang dilakukan oleh kaum ekstrimis. "Tidak ada tempat di perancis untuk ide-ide ekstrimis apapun," kata dia.

Guna menghormati mereka yang menjadi korban penembakan, pemerintah setempat memadamkan lampu yang biasa menerangi Menara Eiffel. Cahaya lampu biasanya menerangi menara yang menjadi kebanggaan Kota Paris. Setiap harinya, cahaya lampu akan mulai menerangi Eiffel setinggi 324 meter itu sejak pukul 08.00 pm.
Selain itu, beberapa acara penghormatan kepada para korban teroris sekaligus aksi solidaritas akan digelar untuk beberapa hari ke depan. Aksi itu, selain menandai kemarahan warga sekaligus menengaskan mengenai kebebasan berekspresi yang telah lama dihargai dan dilindungi di Perancis.

Saat ini otoritas Prancis mengerahkan puluhan ribu polisi dan tentara untuk memburu dua pria pelaku penembakan. Selain itu polisi juga memblokir jalan menuju desa Longpont. Desa ini berjarak kira-kira 10 kilometer dari lokasi penyerangan. Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls telah menetapkan wilayah Picardy Perancis berstatus siaga, menyusul ada saksi mata yang melaporkan pernah melihat pelaku di salah satu pom bensin di wilayah itu.

Serangan brutal yang dilakukan kakak-beradik Cheriff Kouachi (34) dan Said Kouachi (32) serta Hamid Mourad (18) tercatat serangan terorisme terburuk di Prancis dalam waktu setengah abad terakhir. Sedikitnya 12 orang termasuk 2 polisi tewas, sedangkan 11 orang lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengumumkan bahwa ada sekitar 88 ribu tentara dan polisi yang dikerahkan untuk memburu kedua pelaku.

Selang 24 jam setelah serangan yang terjadi pada Rabu (7/1) siang waktu setempat, kedua pelaku yang masih buron diketahui menyambangi dan merampok sebuah tempat pengisian bahan bakar di lokasi berjarak 80 kilometer dari Paris.

Namun sayangnya, kedua pelaku berhasil melarikan diri sebelum polisi berhasil menyergap mereka. Kedua pelaku dilaporkan tidak memiliki transportasi atau melarikan diri dengan berjalan kaki. Kendati demikian, polisi menambahkan, kedua pelaku masih berbahaya karena setidaknya membawa satu pucuk senapan Kalashnikov.
Unit khusus kepolisian Prancis dikerahkan ke lokasi yang berada di kawasan pedesaan Aisne, timur laut Paris. Polisi dan tentara setempat dengan dibantu helikopter menyusuri kawasan hutan yang diduga menjadi persembunyian pelaku.

Para polisi dengan rompi anti peluru dan senjata lengkap menggeledah gedung dan rumah yang ada di kawasan tersebut, sembari ditonton oleh warga setempat yang juga cemas karena pelaku belum ditangkap. "Saya tinggal di dekat hutan. Saya takut. Malam segera tiba dan mereka bisa saja bersembunyi di dekat saya," ucap seorang nenek warga desa setempat, Roseline.

Dari tiga pelaku, satu pelaku yakni Mourad telah menyerahkan diri pada Rabu (7/1) malam. Sedangkan sebanyak 9 orang lainnya, menurut Cazenueve, telah ditangkap terkait kasus tersebut. Mereka yang ditangkap merupakan kenalan kedua pelaku yang masih buron. (Detikcom/BBC/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru