Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Maskapai Qantas Alami Serangan Siber, Data Jutaan Pelanggan Terancam

Redaksi - Rabu, 02 Juli 2025 16:12 WIB
28 view
Maskapai Qantas Alami Serangan Siber, Data Jutaan Pelanggan Terancam
QANTAS via ABC INDONESIA
Penerbangan Qantas akan menggunakan 787 Dreamliner mengitari Australia, pesawat yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak jauh Perth-London. iLUSTRASI
Canberra(harianSIB.com)

Maskapai Australia, Qantas, mengatakan pelaku kejahatan siber menargetkan salah satu pusat data kontak pelanggan dengan membobol sistem komputer yang dikelola oleh pihak ketiga.

Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa sistem itu berisi data sensitif dari enam juta pelanggan Qantas, seperti nama pelanggan, alamat email, nomor telepon, dan tanggal lahir.

Namun, mereka menegaskan bahwa data nomor kartu kredit dan paspor tidak disimpan dalam sistem tersebut.

"Insiden ini terjadi saat pelaku kejahatan siber menargetkan sebuah call center dan berhasil mengakses platform layanan pelanggan pihak ketiga," kata Qantas dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (2/7/2026) dikutip dari detikcom.

"Tidak ada dampak pada operasional Qantas atau keselamatan maskapai."

Perusahaan menyatakan telah memulai penyelidikan terkait serangan siber ini. "Kami terus menyelidiki seberapa banyak data yang telah dicuri, tetapi kami memperkirakan jumlahnya cukup besar."

Pihak Qantas menambahkan bahwa mereka juga telah menghubungi para pelanggan untuk memberi tahu kejadian ini dan memberikan informasi tentang bantuan yang tersedia.

CEO Qantas, Vanessa Hudson, meminta maaf atas insiden ini.

"Kami sungguh meminta maaf kepada pelanggan kami dan kami menyadari adanya ketidakpastian yang akan timbul akibat kejadian ini," ujarnya. "Pelanggan kami mempercayakan informasi pribadi mereka kepada kami dan kami sangat serius dalam menjalankan tanggung jawab itu."

Hudson mengatakan Qantas telah melaporkan insiden ini kepada Koordinator Keamanan Siber Nasional Australia.

Ini bukan kejadian pertama kali bagi Qantas menghadapi masalah keamanan data dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2024, maskapai ini juga meminta maaf setelah adanya gangguan pada aplikasi mobile-nya yang mengekspos nama dan detail perjalanan beberapa penumpang. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru