Kapal Pukat Teri di Pelabuhan Perikanan Belawan Terbakar
Belawan(harianSIB.com)Satu kapal penangkap ikan, menggunakan alat tangkap (pukat) teri, yang sedang sandar pada salah satu tangkahan di Pela
Unggahan tersebut menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi satu hari sebelum gempa bumi bermagnitudo 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7).
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
"Baru kemarin, lima paus beluga terdampar di Kamchatka, Rusia, tepat di episentrum gempa berkekuatan 8,8 skala Richter yang memecahkan rekor hari ini."
Dikutip dari Antara, video yang dibagikan identik dengan unggahan YouTube berjudul "Warga Kamchatka Selamatkan Keluarga Paus Beluga dari Kepunahan" yang diunggah 13 Agustus 2023.
Dengan demikian, klaim bahwa paus beluga muncul di daratan Rusia sehari sebelum gempa 8,7 SR adalah disinformasi. Peristiwa terdamparnya paus beluga tersebut tidak ada kaitannya dengan gempa bumi yang terjadi di Rusia.
Namun gempa bumi yang kemudian diikuti gelombang tsunami selain mengancam banyak nyawa manusia, juga paus-paus raksasa.
Seperti yang terjadi di Kota Tateyama, Chiba, Jepang. Sejumlah paus raksasa terdampar di sepanjang area pantai setelah gelombang tsunami menerjang pesisir negara tersebut.
Situs Fish and Wildlife Foundation of Florida, mencatat setidaknya ada 2 ribu kasus paus dan hewan laut seperti lumba-luma yang ditemukan terdampar ke pantai setiap tahunnya di seluruh dunia.
Terdamparnya paus ke daratan tidak spesifik mengacu pada naluri alamiah hewan laut untuk menghindari bahaya akibat bencana alam.
Para ahli biologi laut menyebut paus dan lumba-lumba sering terdampar ke daratan biasanya disebabkan karena cedera saat sakit, apalagi bagi paus yang sudah berusia tua.
Selain itu, cuaca buruk juga bisa mengakibatkan gangguan navigasi sehingga paus mengalami kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi hingga tersesat usai terpisah dari kelompoknya.
Beberapa ilmuwan juga mengatakan bahwa paus bisa mendeteksi gelombang seismic rendah frekuensi (Rayleigh waves) yang disebut-sebut jadi naluri ilmiah terhadap bencana alam sebelum terjadi gempa besar.
Meski begitu, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa paus yang terdampar tersebut benar-benar bisa "merasakan" akan terjadi gempa atau tsunami dan secara sadar menghindari bencana alam. (*)
Belawan(harianSIB.com)Satu kapal penangkap ikan, menggunakan alat tangkap (pukat) teri, yang sedang sandar pada salah satu tangkahan di Pela
Medan(harianSIB.com)Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke27 Serikat Pekerja PT PLN (Persero), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja
Medan(harianSIB.com)Bisnis peredaran narkotika jenis ekstasi yang dilakoni dua mudamudi di Kota Medan terhenti setelah diringkus personel S
Medan(harianSIB.com)Perjalanan rumah tangga yang penuh ujian berhasil menyentuh penonton Medan saat film Baby Udon menggelar acara Meet and
Deliserdang(harianSIB.com)CitraLand Kota Deli Megapolitan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan masyarakat, de
Deliserdang(harianSIB.com)Perbaikan jalan Terusan penghubung Desa Bandar Setia dengan Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli
Karo(harianSIB.com)Razia gabungan Polres Karo dan BNNK Karo yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP Joni H. Pardede menggerebek Cafe Gondrong di
Aekkanopan(harianSIB.com)Tim Pembentukan Kepengurusan (TPK) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari DPW PKB S
Binjai(harianSIB.com)Tim Libas Anti Begal Polres Binjai kembali mengungkap rangkaian kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meli
Parapat(harianSIB.com)Rencana penanganan salah satu Jembatan Siduadua Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun yang hi
Pematangsiantar(harianSIB.com)Perselisihan sepele soal lampu yang dipadamkan berujung tindak penganiayaan di Jalan Bah Biak Kiri Lorong 5, K
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony, mengapresiasi gerak cepat Polres Dairi mengamankan RS, tersangka dugaan penganiaya