Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Khawatir Ancaman Teroris, Keamanan Eropa Siaga Tinggi

* AS dan Inggris Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Satgas Anti-teror
- Minggu, 18 Januari 2015 16:28 WIB
197 view
Brussel (SIB)- Status keamanan di Eropa dalam kondisi siaga tinggi. Setelah serangan anti-teror di Belgia dan beberapa tempat membuahkan penangkapan sekelompok orang yang diduga militan. Lebih dari 20 orang telah ditangkap di Belgia, Prancis dan Jerman dan Belgia. Sementara banyak warga Belgia pun turun tangan bergabung dengan pasukan pengaman Prancis, untuk melakukan penjagaan.

Keamanan telah diperketat di beberapa negara setelah 2 teror berdarah pekan lalu di Prancis, Paris--Supermarket Hypercacher dan kantor majalah Charlie Hebdo, yang menyebabkan 17 orang tewas. Selain itu timbul kekhawatiran tentang kembalinya generasi muda Eropa yang bergabung dengan militan Timur Tengah.

Setelah operasi anti-teror di Belgia pada Kamis 15 Januari malam dan menewaskan dua milisi, dilaporkan ada 5 orang didakwa karena bergabung dalam kegiatan kelompok teroris. Senjata, amunisi dan bahan peledak, serta seragam polisi dan sejumlah besar uang,  disita oleh polisi dari penangkapan tersebut.

"Penyelidikan... telah menunjukkan bahwa orang-orang ini memiliki niat untuk membunuh beberapa polisi di jalan dan di kantor polisi," ucap seorang pejabat di kantor kejaksaan, Eric Van Der Sypt seperti dikutip dari BBC, Sabtu (15/1).

Pemerintah Belgia juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi ancaman teroris. Termasuk pengecekan aktivitas bepergian ke luar negeri terkait keterlibatan dengan teroris. Bahkan otoritas Belgia mulai mengerahkan ratusan tentara untuk berpatroli di jalan-jalan.

Kantor Perdana Menteri (PM) Belgia Charles Michel dalam statemen mengatakan sekitar 300 tentara akan dikerahkan secara progresif di ibukota Brussels dan kota Anvers, Belgia utara, yang memiliki populasi Yahudi yang besar.  "Pasukan yang dikerahkan ini akan dipersenjatai dan tanggung jawab utama mereka adalah mensurvei tempat-tempat tertentu dan membantu polisi," demikian pernyataan tersebut.

Tentara-tentara nantinya juga bisa dikerahkan ke kota Verviers di Belgia timur, yang pada Jumat, 16 Januari menjadi target operasi antiteroris yang dilancarkan kepolisian. Dua tersangka militan tewas dalam operasi terhadap sel jihadis yang diduga merencanakan serangan terhadap polisi di negeri itu.

Menyusul operasi penggerebekan di Verviers tersebut, kepolisian menangkap 13 orang dalam serangkaian operasi antiteroris di sejumlah wilayah Belgia. Lima orang di antaranya kemudian didakwa "berpartisipasi dalam aktivitas sebuah kelompok teroris."

Operasi ini dilancarkan Belgia menyusul serangan-serangan di kantor Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi di Paris, Prancis pekan lalu. Total 17 orang tewas dalam serangan-serangan tersebut. Menurut kejaksaan Belgia, sejauh ini belum terlihat adanya kaitan sel jihadis di Belgia dengan serangan-serangan di Paris tersebut.

Sementara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron melakukan konferensi pers bersama seusai melakukan pertemuan di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (16/1) waktu setempat. Kedua pemimpin itu mengungkap kesepakatan dua negara dalam kerja sama melawan terorisme serta mencegah penyebaran radikalisme dan "ekstremisme yang disertai kekerasan".

Kedua negara juga sepakat membentuk satuan tugas anti-teror yang akan memberikan laporan kepada kedua pemimpin negara itu dalam waktu enam bulan ke depan. Pertemuan juga membahas sejumlah aksi teror yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, di antaranya termasuk aksi teror di Perancis yang menewaskan 17 orang dan upaya memberantas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), serta Al Qaeda.

Dalam kesempatan ini, Cameron mengungkap ada sejumlah potensi ancaman yang dihadapi Inggris. "Ancaman itu cukup besar, yang berarti serangan itu kemungkinannya tinggi untuk terjadi," ucap Cameron. Sedangkan Obama mengatakan, AS akan terus bekerja sama dengan Inggris yang selama ini dianggap sebagai "sahabat". Menurut Obama, baik AS maupun Inggris akan terus meningkatkan kewaspadaan agar teror tidak terjadi di kedua negara itu.

"Kami masih mencari cara untuk memastikan jika ada afiliasi Al Qaeda yang beroperasi di Inggris Raya dan AS, maka kami bisa mencegahnya menjadi tragedi," kata Obama. "Ketika AS dan Inggris berdampingan, negara kita akan lebih aman dan rakyatnya akan lebih sejahtera," ucap Obama. (BBC/Detikcom)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru