Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Kembang Api Ilegal Picu Korban Luka dan Kebakaran Dahsyat Saat Malam Tahun Baru di Australia

Redaksi - Kamis, 01 Januari 2026 13:37 WIB
1.522 view
Kembang Api Ilegal Picu Korban Luka dan Kebakaran Dahsyat Saat Malam Tahun Baru di Australia
Ist/SNN
Ilustrasi kembang api saat perayaan malam Tahun Baru di Australia.

Jakarta (harianSIB.com)

Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Australia diwarnai sejumlah insiden serius. Di Sydney, dua gadis dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka akibat kembang api ilegal. Sementara itu di Melbourne, seorang pria dilaporkan menderita cedera wajah serius akibat insiden serupa.

Insiden juga terjadi di Australia Barat. Seorang pria berusia 19 tahun di Kalamunda didakwa polisi setelah diduga melemparkan petasan ke area rumput kering hingga memicu kebakaran hutan. Peristiwa itu menyebabkan lebih dari 2.000 rumah kehilangan aliran listrik, sementara api sempat mendekati permukiman warga, dikutip dari The Guardian, Kamis (1/1/2026) dan dilansir dari CNBC Indonesia.

Kebakaran hutan itu juga dilaporkan telah menghanguskan lebih dari 25 hektare lahan semak dan hingga Kamis pagi masih terus berkobar.

Di negara bagian Victoria, kepolisian mencatat sebanyak 313 insiden terkait kembang api sepanjang malam pergantian tahun, dengan sejumlah kasus mengakibatkan cedera serius. Di antaranya, seorang pria berusia 31 tahun asal Mickleham harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera wajah serius. Sementara pria berusia 43 tahun dari Corio mengalami cedera serius pada jari.

Baca Juga:
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, kawasan St Kilda dan Geelong ditetapkan sebagai "area yang diawasi". Penetapan ini memberikan kewenangan kepada polisi untuk melakukan penggeledahan, pemeriksaan kendaraan, serta membubarkan kerumunan tanpa surat perintah.

Kebijakan tersebut menyusul penetapan sejumlah wilayah pusat kota Melbourne, termasuk CBD, Docklands, dan Southbank, yang telah lebih dulu berstatus serupa sejak November dan akan berlaku hingga 29 Mei 2026. Namun, langkah ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia dan organisasi hukum yang menilai kebijakan tersebut sebagai pelanggaran wewenang yang berlebihan.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bawang di Hot Dog Jadi Kontroversi, PM Australia Angkat Bicara
Warga Yahudi Pendiri GTDI di Medan Wafat dan Dimakamkan di Australia
Sri Mulyani Jelaskan Reformasi Birokrasi Kemenkeu di Australia
Kejagung Telusuri Aset Milik Tersangka Korupsi Investasi Pertamina di BMG Australia
Sumut Impor 2.737 Ekor Sapi Australia
Mana Lebih Dulu Ayam atau Telur, Ilmuwan Australia Temukan Jawabannya
komentar
beritaTerbaru