Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Februari 2026

New START Berakhir, AS dan Rusia Bebas Tambah Hulu Ledak Nuklir ?

Redaksi - Minggu, 08 Februari 2026 20:30 WIB
71 view
New START Berakhir, AS dan Rusia Bebas Tambah Hulu Ledak Nuklir ?
REUTERS/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025.

Jakarta(harianSIB.com)

Perjanjian pengendalian senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia, New START (Strategic Arms Reduction Treaty), resmi berakhir pada pekan lalu, menandai berakhirnya lebih dari setengah abad pembatasan senjata nuklir strategis kedua negara.

Berakhirnya perjanjian ini membuka peluang bagi Washington dan Moskow untuk menambah jumlah hulu ledak nuklir, yang dikhawatirkan memicu perlombaan senjata baru di tingkat global.

Menanggapi hal tersebut, mengutip CNNIndonesia, Kementerian Luar Negeri China menyampaikan penyesalan dan mendesak Amerika Serikat segera membuka kembali dialog stabilitas strategis dengan Rusia.

Juru bicara Kemlu China, Lin Jian, menyebut New START memiliki arti penting bagi stabilitas strategis global. China juga menyerukan AS agar merespons niat dialog Rusia secara positif.

Baca Juga:

Sementara itu, Beijing menegaskan tetap berpegang pada strategi nuklir defensif, kebijakan tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, serta menjaga kekuatan nuklirnya pada tingkat minimum yang diperlukan untuk keamanan nasional.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bos Badan Intelijen Rusia Meninggal karena Sakit Parah
Seorang Pria Tewas Ditabrak Pesawat di Bandara Moskow
Aksi Penembakan Brutal di Dua Kota Amerika Serikat, 4 Tewas
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika
Jaksa Agung Dipecat, Investigasi Kasus Rusia di Pilpres AS Diminta Tetap Jalan
Perusahaan Amerika Serikat Suntik Modal PT INKA Rp 440 Miliar
komentar
beritaTerbaru